Komisi II DPRD Pamekasan Sebut PDAM Langgar Aturan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) Anggota Komisi II DPRD Pamekasan: Nurul Ahmad Dian PP, SH

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Perkumpulan Pemuda Pengawal Keadilan menggelar audiensi bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Rabu (17/11/2021). Dari Audiensi itu, ditemukan indikasi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Jaya melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2007.

Ketua Perkumpulan Pemuda Pengawal Keadilan Basri mendesak Pemkab dan DPRD mengevaluasi direktur perusahaan yang sebelumnya bernama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) itu. PDAM dianggap melanggar aturan karena masih memfungsikan pegawai yang sudah pensiun.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Nurul Ahmad Dian PP mengatakan, batas usia pegawai yaitu 56 tahun. Sementara batas usia direktur yaitu 65 tahun. Menurutnya, pengangkatan karyawan yang sudah pensiun telah melanggar Permendagri. Terlebih lagi pegawai yang sudah pensiun tersebut mendapat posisi strategis di PDAM.

Tidak hanya itu, PDAM diketahui belum membayarkan gaji pegawai yang sudah pensiun dari tahun 2020. Karena itu, dia menilai administrasi PDAM sejauh ini masih perlu diperbaiki. Selain itu, dia menyayangkan pihak PDAM yang tidak bisa menjelaskan secara rinci catatan keuangan dan aset milik PDAM.

“Menurut kami ini melanggar regulasi. Karena masih banyak yang muda-muda membutuhkan pekerjaan, kenapa masih memfungsikan karyawan yang sudah pensiun,” ucap pria yang akrab dipanggil Dian itu.

Sementara itu, Direktur PDAM Agoes Bachtiar membantah pihaknya melanggar regulasi karena telah memfungsikan pegawai yang sudah pensiun. Sebab menurutnya, untuk PDAM memiliki aturan tersendiri yaitu Permendagri Nomor 7 Tahun 2007. Selain itu, sebelum melakukan rekrutmen, pihaknya telah mendapat izin dari bupati.

“Usia pensiun kan 56 tahun, namun karena masih potensial dan masih perlu regenerasi, saya angkat lagi, tapi sebagai tenaga kontrak,” ucap Agoes.

Dia mengungkapkan, terdapat 6 pegawai yang sudah pensiun namun masih difungsikan karena dianggap masih potensial. Kendati masih difungsikan, pegawai yang sudah pensiun dibatasi masa kerja maksimal 2 tahun. Ia juga menambahkan, ada 15 pegawai sudah pensiun, namun gajinya belum diberikan.

“Karena menunggu kondisi kas perusahaan memungkinkan. Tapi sementara gajinya kami angsur sesuai kemampuan perusahaan,” ungkap Agoes.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *