oleh

Komisi II DPRD Sampang Desak PT Garam Temui Petambak Terkait Harga

KABARMADURA.ID, Sampang – Rencana penurunan harga garam tidak hanya direspon para petambak. Namun, masalah itu juga direspon anggota DPRD Sampang.

Sebelumnya, PT. Garam terungkap, menjual garam dengan harga murah kepada perusahaan swasta. Akibatnya berdampak pada anjloknya harga garam rakyat.

Atas dasar itulah, Anggota Komisi II DPRD Sampang Agus Khusnul Yakin meminta PT. Garam untuk bertemu petani. Terutama soal penentuan harga.

“Nasib petani harus diperhatikan. Jangan sampai harga yang baru nanti malah merugikan,” katanya, Senin (26/10/2020).

Menurutnya, harga saat ini merugikan petani. Sehingga, jika harga tetap rendah dan tidak dinaikkan oleh PT. Garam, maka akan terus rusak.

“Regulasi harga baru itu harus melibatkan petani. Karena petani tahu perhitungan rugi atau tidak. Karena biaya produksi garam memang cukup tinggi,” terangnya.

Senada diungkapkan, Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM), Moh. Yanto. Dia  mengungkapkan selama ini petani belum dilibatkan.

Meski sebelumnya petani bertemu karena protes soal penjualan garam yang dilakukan PT. Garam kepada perusahaan swasta.

“Kami tidak pernah diajak rembuk soal ini. Sebab harga penyerapan itu bersinggungan langsung dengan kami,” katanya.

Moh. Yanto mengaku selama ini harga garam sangat merugikan. Sebab, jika dijual tidak akan menutupi biaya produksi. Sehingga pihaknya berharap PT. Garam mengangkat harga.

Terpisah, Humas PT. Garam Miftahol Arifin mengaku tetap memperhatikan petani garam rakyat. Namun saat ini masih proses pembahasan pengelolaan garam yang ada.

“Kami masih banyak stok garam. Saat ini garam tidak mungkin kami jual. Jadi kami merencanakan pengelolaannya,” responnya. (km54/ito)

 

 

Komentar

News Feed