Komisi II DPRD Sampang MInta Pertimbangkan Ulang Penghapusan Koperasi Nonaktif

News70 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Anggota Komisi II DPRD Sampang Agus Husnul Yakin menyoroti wacana pemerintah kabupaten (pemkab) yang hendak menghapus koperasi yang tidak aktif. Dia meminta pemkab untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

Menurutnya, pembubaran koperasi bukan solusi yang baik dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Untuk itu, dia meminta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sampang merevisi kembali rencana akan menutup koperasi yang sudah nonaktif.

“Karena pembubaran koperasi itu akan berpengaruh pada pencapaian peluang usaha di Kabupaten Sampang,” ujarnya, Senin (21/08/2023).

Langkah terbaik, kata politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu, koperasi yang diketahui nonaktif tersebut diberi pembinaan. Dia menilai, sejauh ini peran pemkab tidak maksimal dalam membina koperasi sebagai salah satu penyangga perekonomian.

Baca Juga:  KIM Perona, Wujudkan Desa Melek Digitalisasi serta Mengedukasi Masyarakat agar Tidak Termakan Hoaks

“Tinggal menyusun sistem evaluasinya seperti apa, artinya pemantauan secara berkala itu harus tetap dilakukan, bukan hanya satu tahun. Jadi, misal ada aplikasi monitoring koperasi, kemudian identifikasi koperasi yang ada itu agar terlaksana lebih baik,” paparnya.

Kabid Koperasi dan Usaha Mikro Diskoperindag Sampang Kurnia Sufartina menyampaikan, pada tahun ini sudah merekomendasikan 27 koperasi untuk dibubarkan atau dihapus dari sistem data koperasi.

“Jadi koperasi yang tidak aktif bisa dibubarkan, apabila koperasi itu tidak mempunyai tanggungan ke anggota atau pihak ketiga,” ucapnya, Senin (21/08/2023).

Baca Juga:  Polemik Relokasi Pasar Srimangunan Sampang: Muncul Dugaan Kejanggalan Data Pedagang

Salah satu penyebab ketidakaktifan koperasi itu berawal dari usahanya yang tidak berjalan dengan baik dan kekurangan modal. Selain itu, juga ditemukan koperasi yang hanya ada namanya, namun keberadaan kantornya tidak jelas.

“Sebelum membubarkan, kami memberikan pilihan kepada koperasi yang bersangkutan, mau dibina kembali atau kami bubarkan,” tambahnya.

Bagi koperasi yang masih mau dibina kembali, kata Kurnia, maka akan didampingi untuk  merevitalisasi kembali usahanya.

“Sementara koperasi yang tidak mau dibina kembali, kami usulkan untuk dibubarkan,” tukasnya.

Pewarta: KM70

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *