Komisi II Peduli Terhadap Kesejahteraan Petani

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LANGKAH CERDAS: Internal Komisi II DPRD Sumenep menggelar rapat bersama stakeholder pupuk bersubsidi demi mengatasi persoalan kelangkaan pupuk.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Demi memperjuangkan kesejahteraan petani, internal Komisi II DPRD Sumenep mulai merancang berbagai upaya. Terutama mengenai kondisi petani dalam menghadapi kelangkaan pupuk. Kondisi itu terjadi, akibat kuota pupuk tidak sesuai kebutuhan. Sehingga perlu adanya terobosan baru untuk membantu kesulitan petani.

Salah satu langkahnya, mengumpulkan beberapa stakeholder yang berkecipung di bidang pupuk. Masing-masing, Dinas Pertanian Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun), distributor, kios dan perkumpulan orang kepulauan Sumenep (Prokes). Tujuannya, untuk membahas sekaligus mencari solusi bersama mengenai kelangkaan pupuk bersubsidi.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah menggelar rapat bersama di ruang Badan Musyawarah (Bamus) dengan mereka. Insyallah, kedepan kami akan turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Kemudian kami akan gerak cepat menindaklanjutinya,” ujar Ketua Komisi II DPRD Sumenep H. Subaidi, Kamis (18/11/2021).

Menurutnya, kelangkaan pupuk tidak hanya terjadi terhadap petani biasa. Akan tetapi, kondisi yang sama juga dialami oleh petani yang tergabung di kelompok tani (poktan). Bahkan, salah satu poktan hanya mendapatkan 1 ton jatah pupuk jenis UREA. Padahal  kebutuhan sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diajukan sebanyak enam ton setiap satu kali musim tanam.

“Karena rasio pemupukan untuk tanaman jagung per hektarnya membutuhkan kurang lebih sekitar 6 kwintal UREA dan Phonska. Ini menjadi PR bagi kami, kami tidak mungkin tinggal diam harus ada solusinya,” paparnya.

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini membeberkan, untuk jangka panjangnya akan melakukan rapat dua kali setiap tahun mengenai persoalan pupuk dengan stakeholder terkait. Dengan demikian, mampu mendalami persoalan tentang kelangkaan pupuk bersubsidi. Sehingga dengan cepat mengambil langkah atau solusi untuk kesejahteraan petani.

Berdasarkan data Dispertahortbun, harga pupuk subsidi  Rp2.250 jenis UREA per Kg,  Rp1.700  ZA, Rp2.400 SP-36, Rp2.300 Phonska dan Rp800 untuk pupuk jenis organik. Sedangkan pupuk non subsidi khusus UREA Rp6.200 per Kg, ZA Rp4.500, SP-36 Rp6.000 , Phonska plus Rp10.000 dan Organik Rp1.500 per Kg.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *