Komisi III Desak Segerakan Pembanguan Dua Jembatan Senilai Rp3 M

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI) MEYAKINKAN: Komisi III DPRD Sumenep saat diwawancarai mengenai proyek.

Kabarmadura.id/Sumenep-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep mendesak pembangunan dua jembatan di Desa Barisan Kecamatan Manding dan Desa Montorna Kecamatan Pasongsongan cepat terlaksana. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi. Ia mengatakan, proyek tersebut selayaknya sudah dalam proses pengerjaan. Sebab, saat ini sudah masuk bulan 3. Sedangkan perencanaan proyek sudah dilakukan sejak tahun 2019 lalu.

“Jika kedua proyek tidak kunjung dikerjakan, maka akan dilakukan pemanggilan nantinya,” katanya, Kamis (19/03/2020).

Dijelaskan, proyek yang akan menelan dana miliaran tersebut harus benar-benar ditanggapi serius, agar tidak seperti proyek jembatan di Pragaan Daya yang hingga saat ini belum juga tuntas.

“Kami harap pengerjaan proyek tidak terulang kedua kalinya,” ujarnya.

Sejak awal, Politisi Partai Hanura itu memang sudah mewanti-wanti agar proyek tersebut dikerjakan di awal tahun. Pengerjaan maksimal pada bulan 2 atau 3. Namun ternyata hingga saat ini belum ada geliat dari pemerintah terkait untuk memulai pengerjaan proyek tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumenep Harianto Effendi mengupayakan agar proyek jembatan di dua desa tersebut cepat dukerajakan. Saat ini masih dalam tahap pelelangan dan ada pula yang sudah teken kontrak.

“Pengerjaan di dua jembatan sudah kami upayakan,” paparnya.

Dia menjelaskan, proyek jembatan di Desa Barisan Kecamatan Manding sudah teken kontrak, sedangkan proyek jembatan di Desa Montorna Kecamatan Pasongsongan masih dalam proses pelelangan.

“Kami berjanji dalam minggu ini sudah selesai semua (lelang, red). Sehingga pengerjaan cepat dikebut,” paparnya.

Untuk proyek jembatan di Desa Montorna Kecamatan Pasongsongan pagunya senilai Rp1 miliar dan jembatan di Desa Barisan Kecamatan Manding pagunya senilai Rp2 miliar.

“Pengerjaan paling lambat April sudah terlaksana,” ujarnya.

Pengerjaan dua proyek jembatan nantinya akan dikebut. Sehingga, dapat selesai maksimal Akhir tahun. Untuk pemenang lelang nantinya akan terus dipantau agar pembangunan selesai tepat waktu, sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.

“Semoga pengerjaan dapat selesai di akhir tahun 2020 atau minimalnya bulan November sudah selesai,” pungkasnya. (imd/pai)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *