Komisi III DPRD Bangkalan Perintahkan Tutup Paksa Restoran Mangkir dari Pajak

tutup paksa restoran
(KM/FATHURROHMAN) BERBUNTUT PANJANG: Heraing Komisi B DPRD Bangkalan dengan Bapenda, Satpol-PP, Kejaksaan dan Bank Jatim dalam menindaklanjuti dugaan kebocoran pajak dari mesin tapping box restoran.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Tidak maksimalnya pengawasan tapping box yang dipasang di setiap rumah makan atau restoran, kata Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Rokib, karena lemahnya peran dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Bangkalan.

Hal itu diyakini membuat pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh dari pajak restoran ini tidak bisa maksimal bahkan dituding terjadi kebocoran. Bahkan, kata Rokib, sudah terbukti dengan pengakuan tiga wajib pajak restoran yang dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan.

Dalam pemeriksaan penyidik Kejari, mereka mengakui bahwa memang takut merugi jika dibayar sesuai peraturan daerah (perda) yang berlaku.

Bacaan Lainnya

Kecurigaan Rokib sejatinya sudah lama, karena sebagai legislator, dia  sudah beberapa kali menginspeksi secara mendadak (sidak) beberapa restoran yang dicurigai mematikan tapping box atau alat pencatat transaksi di mesin kasir wajib pajak (WP).

“Kami sudah beberapa kali sidak, ditemukan tapping box dimatikan. Kami sudah meminta agar OPD terkait menindaklanjuti dengan memberikan sanksi, namun nyatanya masih saja terjadi. Kami merasa malu karena langkah kami tidak berhasil,” ungkapnya, Senin (4/4/2022).

Dengan terungkapnya pengakuan tiga pengelola restoran ke penyidik kejaksaan, selanjutnya, dia meminta agar Bapenda dan Satpol-PP Bangkalan lebih kooperatif. Dia meminta sanksi bagi wajib pajak (WP) yang masih nakal tidak tanggung-tanggung. Sebab, jika bukan lagi kebocoran yang dikhawatirkan, tetapi memang faktor kesengajaan ditumpahkan.

“Sebagian besar pajak itu tidak dibayar, jadi bukan bocor lagi. Bapenda dan Satpol-PP harus tegas dalam pengawasan tapping box, tutup saja restoran yang masih nakal itu, kalau hanya diberikan pembinaan mereka tidak akan jera,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Bangkalan Ismed Efendi usai hearing dengan Komisi B DPRD Bangkalan enggan diwawancarai mengenai kebocoran pajak dan sanksi apa yang akan segera diberikan pada WP yang nakal.

“Pengusaha sudah siap mematuhi, memasang tapping box, jika tetap nakal, kami beri peringatan dan segel,” ucapnya sembari pergi meninggalkan kantor DPRD Bangkalan.

Sedangkan perwakilan Bank Jatim Bangkalan, Lala, saat menghadiri hearing tersebut juga enggan menyebutkan nominal pajak yang dibayar WP restoran setiap bulannya.

“Maaf bukan kewenangan kami, langsung ke Bapenda aja ya. Tanya ke Bapenda saja jangan ke kami,” singkat Lala.

Reporter: Fathurrohman

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.