Komisi III DPRD Sumenep: Target Retribusi Parkir Langganan Wajib Dinaikkan

  • Whatsapp
(FOTO: KMDOKUMEN) BERBENAH: Target PAD parkir berlangganan tahun ini dinaikkan. Jika semula Rp3,4 miliar tahun ini dinaikkan menjadi Rp3,6 miliar. 

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir berlangganan naik.  Jika semula Rp3,4 miliar tahun ini dinaikkan menjadi Rp3,6 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Agustiono Sulasno melalui Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Agus Budiyanto mengatakan, ditingkatkan target PAD disebabkan pada tahun sebelumnya  capaiannya melampaui dari target, yakni Rp3,5 miliar.

“Beratnya capaian karena saat ini masyarakat enggan membayar parkir berlanggan. Utamanya pada perpanjangan kendaraan bermotor,” tukasnya. 

Dia mengatakan, akan menata kembali dan menertibkan manajemen parkir sebagai upaya tercapainya target. Mulai dari edukasi kepada juru parkir, hingga fasilitas penunjang. Bahkan, Dishub akan merencanakan membuat tempat pengaduan terhadap keberadaan jukir nakal.

“Target ini sangat berat bagi kami,” ucapnya. 

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dishub Sumenep Dadang Dedi Iskandar mengatakan, Retribusi parkir berlanggan tidak pernah mencapai target. Hanya tahun 2020 ini sudah mencapai target. Bahkan melebihi. Misalnya, target pendapatan retribusi parkir pada 2018 Rp 3,6 miliar mencapai 2,3 miliar. Pada tahun 2019 Senilai Rp4,2 miliar capaiannya hanya Rp3,7 miliar. Target PAD Parkir berlangganan tahun 2020 ini 3,4 miliar. 

“Dari tahun ketahun tidak pernah mencapai target. Alasannya, banyak kendaraan yang tidak membayar pajak pada waktu perpanjangan. Sehingga, pembayaran parkir juga terabaikan, Hanya tahun ini,” tukasnya.

Selain itu, dirinya beralasan dari awal 2012 retribusi parkir berlanggan tidak pernah mencapai target. Sebab, perkembangan kendaraan baru di Sumenep hanya 4 hingga 5 persen, dalam artian pembeli kendaraan baru sedikit. “Tahun 2021 semoga mencapai target lagi,”ucapnya. 

Tidak semua capaian parkir berlangganan masuk kas daerah. Nantinya hasil tersebut masih dibagi ketiga instansi. Yakni, kepolisian mendapat 5 persen, pemerintah provinsi 15 persen, dan sisanya pemerintah kabupaten yang nantinya masuk ke kas daerah. 

Capaian saat ini sudah agak lumayan. Sebab, tarif saat ini sudah meningkat. Misalnya, roda 2 Rp15 ribu saat ini sudah 20 ribu. untuk roda3 Rp30 ribu 

roda 4 Rp40 ribu, hal tersebut berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2018 tentang Retribusi Jasa Umum. 

“Ke depan akan diusahakan apapun caranya untuk mencapai target,” tandasnya. 

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengatakan, target PAD parkir berlangganan perlu ditingkatkan. Sebenarnya, meningkatnya parkir berlangganan tahun 2020 sangatlah sedikit. Jika perlu harus lebih banyak lagi.

“Kami sebut masih gagal dalam capaian PAD. Terlebih pada tahun 2012 hingga 2019 tidak pernah capai target,” pungkasnya. (imd/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *