oleh

Komisi III DPRD Sumenep Tekan Pelaksanaan Lelang Proyek

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Hingga saat ini semua proyek di Kota Keris tidak kunjung dilelang. Hal itu membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) geram. Bahkan memprediksi sejumlah proyek akan molor.

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengatakan, jika sampai saat ini tidak ada yang dilelang maka akan ada proyek yang mangkrak. Sebab, bulan ini seharusnya pelelangan sudah selesai. “Kemarin sudah rapat, bahwa tender-tender akan diluncurkan. Kenyataannya hingga saat ini tidak satu pun yang dilakukan,” katanya, Selasa, (16/3/2021)

Politisi Partai Hanura itu menegaskan , jika hingga bulan Mei tidak ada pengerjaan. Maka bisa banyak proyek molor. Bahkan, akan labrak deadline. Menurutnya, semestinya selambatnya, bulan Mei sudah terlelang semua.

“Semua dinas harus segera mengajukan lelang,” tegasnya.

Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa Setkab Sumenep Mustangin mengakui, hingga saat ini, tidak satu pun proyek yang mengajukan pelelangan. Bahkan, dirinya tidak dapat memprediksi kapan dinas dapat mengajukan lelang.

“Kami hanya menerima usulan dari semua OPD (organisasi perangkat daerah), semua perencanaan terkait hal-hal yang berkaitan dengan teknis pengadaan itu ada di OPD,”paparnya.

Dia berharap, dalam minggu ini harus ada lelang. Sebab, jika tidak ada pelelangan semua pengerjaan pasti molor. Sebab, jika berpedoman pada tahun sebelumnya, pada bulan Februari sudah pengajuan lelang dan bulan Maret seharusnya sudah mulai pengerjaan, ada pula yang baru tandatangan kontrak. “Semua OPD harus gerak cepat untuk mengadakan pelelangan sehingga terdaftar di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Sumenep,” ucap pria yang familiar disapa Mus itu.

Sebelumnya, Kepala bidang (Kabid) Teknik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumenep Agus Adi Hidayat mengatakan, SE baru sudah turun dari Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nomor 25 bulan Maret 2021. Dengan adanya SE baru tersebut. Sehingga, tidak akan terjadi permasalahan hukum di kemudian hari karena salah pemahaman.

“Alhamdulillah SE baru sudah turun terkait implementasi dari Perpres Nomor 12 tahun 2021 dan agar sinkron dengan Permendagri Nomor 77 tahun 2020. Sehingga, tidak ada lagi kekhawatiran kesalahan,” tegasnya.

Tugas saat ini pengerjaan yang molor akan dilakukan dengan percepatan-percepatan. Sehingga, proses yang tertinggal segera dapat diselesaikan.

“Kami berharap semua proyek yang semula molor di akhir bulan Maret dapat tandatangan kontrak,”pungkasnya. (imd/mam)

 

 

Komentar

News Feed