oleh

Komisi III Incar DPKRKP dan CK Sumenep Terkait Pembangunan Masjid

KABARMADURA.ID, Sumenep – Janji  Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Kabupaten Sumenep tentang pengerjaan renovasi masjid mulai menjadi bahan perbincangan di tataran para wakil rakyat.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmad Zainur Rakhman berjanji akan terus mengawasi dinas terkait mengenai pengerjaan tersebut. Menurutnya DPRKP dan CK tidak optimal dan lemah dalam mengawasi pembangunan.

Hasil sebelumnya, keberadaan masjid yang sudah di bangun kondisinya masih rusak.  “Untuk pengerjaan saat ini atau pembangunan yang baru dianggarkan, harus diawasi Intens, saya bungkus janji dinas terkait yang semula janji akan diawasi sendiri,” katanya, Rabu (14/10/2020)

Menurutnya, pengerjaan Masjid, terlebih milik pemkab sifatnya wajib diawasi seoptimal mungkin. Hal itu dilakukan, guna mendapatkan hasil sempurna di bidang pembangunan.  “Ini masjid tempat orang ibadah. Apalagi, milik pemkab. Maka wajib pengerjaan harus beres,” tegasnya.

Diketahui, rusaknya proyek Masjid Pemkab Sumenep sudah menelan APBD Rp3 miliar lebih. Mirisnya  saat ini dianggarkan lagi untuk perbaikan dengan nilai kontrak Rp777.888.999,00 dimenangkan oleh CV. A.O. UTAMA yang ditandatangani dan dikerjakan sejak 16/09/2020 lalu dan ditarget 90 hari selesai.

Sementara itu, Kadis DPRKP dan CK Sumenep Moh. Jakfar mengatakan, proyek renovasi Masjid pemkab sudah dilakukan pengerjaan dan pengawasan langsung.  “Pengawasan kami 1 hari hingga dua hari,” responya.

Dia mengakui, pengerjaan itu sejak tahun 2018. dilanjutkan dan finishing 2019. Pada dasarnya, dana besar itu di tahun 2018 mencapai Rp3 M lebih. Kemudian, di tahun 2019 ada penyambungan lantai di bawah Rp1 Miliar. “Saat ini masih pengerjaan,” ujarnya.

Menurutnya, masjid tersebut diketahui banyak rusak. Seperti, tembok, jendela, dan tempat imam dan lainnya mulai retak hingga berkubang.  “Semua pembangunan di masjid itu rusak. Sehingga saat ini dikerjakan lagi,” tukas dia.

Mengenai target penyelesaian proyek tersebut sebelum Desember 2020. Dengan pengerjaan dimulai sejak  16 September. “Jika ada kekeliruan pihak pemenang lelang akan dievaluasi,” pungkasnya. (imd/ito)

 

Komentar

News Feed