oleh

Komisi III Minta Dishub Perketat Pengawasan Pembangunan Dermaga Dungkek

Kabarmadura.id/Sumenep-Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Ahmad Zainurrahman meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep melakukan pengawasan terhadap pembangunan Dermaga Dungkek. Ia berharap, dengan pengawasan yang ketat, pengerjaan tidak dilakukan secara asal-asalan, sehingga, pada tahap finishing tidak ada masalah.

“Harus ada pengawasan yang intens juga dari Dinas Perhubungan. Sebab, Dermaga Dungkek merupakan harapan masyarakat Sumenep untuk segera difungsikan dengan baik,” katanya, Minggu (2/8/2020).

Ia meminta Dishub Sumenep selaku pengawas internal juga lebih serius dalam pembangunan tersebut, agar ketika ada masalah di tengah pengerjaan segera dikomunikasikan serta dapat dilakukan perbaikan.

“Ini harapan kami selaku wakil rakyat Sumenep,” tukasnya.
Politisi dari kepulauan itu juga mendorong agar ke depan kualitas proyek fisik di Kabupaten Sumenep, utamanya Dermaga Dungkek dapat ditingkatkan. Menurutnya, pemkab harus bersikap tegas terkait keberadaan rekanan yang kualitas garapannya tidak bagus.

“Tidak ada alasan pengerjaan dilakukan asal asalan. Tetapi, harus banyak memunculkan solusi ketika ada permasalahan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dishub Sumenep Dadang Dedi Iskandar mengatakan, pengerjaan Dermaga Dungkek sudah dikerjakan dan sudah sesuai prosedur. Harapannya, dapat terealisasi dengan baik.

“Pengawasan sudah dilakukan secara intens ke lapangan maupun via online,” ujarnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan pengumuman lelang proyek tersebut, nilai pagu paket Rp41.650.000.000. Nilai HPS Paket Rp 41.649.978.478,74. Dana tersebut sudah cukup untuk pembangunan hingga selesai nantinya.

Menurutnya, proyek tersebut dimenangkan oleh CV Ramadan. Pengerjaan tersebut optimis selesai pada akhir 2020. Sehingga, masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan dermaga yang bersumber dari dana hibah Provinsi Jawa Timur sebagai Bantuan Keuangan (BK) pada Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Dana BK senilai Rp60 miliar selebihnya diperuntukkan untuk pembangunan Dermaga Gili Iyang,” ujarnya.
Pelabuhaan itu nantinya dipergunakan untuk multi fungsi. Di antaranya untuk kapal-kapal yang hendak menuju ke Pulau Kangayan, Sapudi, dan Ra’as termasuk akan difungsikan untuk pariwisata.

Lebar Dermaga seluas 7 meter ditambah 140 meter dari pelabuhan lama. Pengerjaan saat ini sudah persiapan pembongkaran dan pengukuran batas-batas mulai dilakukan.
Selain itu, nanti juga akan dibangun penyeberangan khusus hewan. Selama ini, sapi yang akan diangkut biasanya berenang sebelum naik ke kapal. Pembangunan fasilitas khusus naik-turun hewan ternak tersebut rencananya juga akan disediakan.

“Pokoknya di dermaga tersebut nanti akan menjadi akses jalan nasional yang multifungsi,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed