Komisi IV DPRD Sumenep: Siswa Tidak Harus Vaksin asal Terapkan Protkes

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) KONTRA: Legislatif sebut program vaksinasi tidak harus ditekankan pada siswa

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep kurang sepakat dengan selalu menekankan vaksinasi terhadap para siswa yang belum melaksanakan vaksin. Sebab, sangat berdampak terhadap pelaksanaan siswa yang ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin mengatakan, para siswa sudah jenuh atas pembelajaran secara online. Mereka lebih menginginkan PTM. Sehingga hal ini yang harus dijadikan pertimbangan bersama.

Bacaan Lainnya

“Bagi saya vaksin tidak boleh ditekankan. Tetapi, sekedar anjuran saja. Yang terpenting menerapkan protokol kesehatan (protkes),” katanya, Senin (23/08/2021).

Dia menegaskan, vaksinasi saat ini sebagai momok bagi para siswa. Sebab, adanya berita hoaks tentang meninggalnya seseorang karena melakukan vaksin. Hingga saat ini masih menjadi persoalan. Oleh kerena itu, pemaksaan merupakan hal yang tidak baik.

“Sebenarnya, vaksin bukan satu-satunya pencegahan Covid-19. Asalkan protkes dilakukan itu sudah cukup,” tegasnya.

Diketahui, pelaksanaan vaksinasi tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Menurutnya, penekanan akan mengakibatkan anak-anak bolos sekolah. Dengan begitu, lebih baik tidak divaksin. Asalkan, melakukan protkes. Harapannya, para siswa dan siswi rajin sekolah, serta dapat melakukan PTM secara baik.

“Jika ada salah satu siswa yang sakit, boleh tidak masuk sekolah. Tetapi, segera dilakukan pengobatan pada siswa tersebut,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Kusmawati mewajibkan para siswa dan siswi yang hendak melakukan PTM wajib divaksin. Hal itu dilakukan demi keselamatan para siswa dan siswi dari covid-19.

“Jika tidak divaksin tidak boleh melakukan PTM,” ucap dia

Sementara itu, Plt Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Muhamad Iksan mengatakan, sudah melakukan sosialisasi terhadap kepala kepala sekolah untuk mewajibkan semua siswa melaksanakan vaksin. Tetapi, memang para siswa banyak yang enggan melakukannya. Dengan demikian, pihaknya masih akan mencari cara bagaimana semua siswa dapat tervaksin.

“Para pengawas dikerahkan, tinggal menunggu hasilnya,” pungkasnya. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *