Komisi IV Minta Perluasan Bansos Warga Isoman

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) BUTUH BANSOS: Warga yang menjalani isoman karena terinfeksi Covid-19 melalui pemeriksaan swab antigen diusulkan juga dapat bansos

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN- Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Moh. Komarul Wahyudi, mendesak Pemerintah Pamekasan agar melakukan perluasan bantuan sosial (bansos) terhadap seluruh warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena Covid-19.

Penyebabnya, jelas Komarul Wahyudi, selama ini bansos  bagi warga Pamekasan yang menjalani isolasi mandiri karena terinfeksi Covid-19, diketahui hanya diperuntukkan bagi warga yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 melalui tes swab polymerase chain reaction (PCR).

Bacaan Lainnya

Komarul Wahyudi, mengungkapkan, selayaknya tidak hanya menyasar warga terinfeksi Covid-19 yang dikonfirmasi melalui pemeriksaan swab PCR. Melainkan juga yang terinfeksi Covid-19 melalui pemeriksaan swab antigen. Sebab menurutnya, warga yang dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 oleh pemeriksaan swab antigen juga menjalani isoman.

“Ini kami minta untuk juga diperjuangkan oleh eksekutif,” ucapnya.

Menurut pria yang akrab dipanggil Wahyudi itu, bansos yang diberikan kepada warga yang menjalani isoman disalurkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan. Bansos tersebut berupa makanan berprotein dan bervitamin serta obat-obatan dan masker. Total paket bansos itu senilai Rp280 ribu. Menurutnya, usulan tersebut telah diterima oleh eksekutif dan akan ditindaklanjuti

Selain itu, alumnus Universitas Madura itu meminta agar pemerintah melakukan evaluasi ulang mengenai data penerima bansos khusus warga yang menjalani isoman. Sebab, menurut data yang didapat dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, terdapat sekitar 140 orang warga yang menjalani isoman karena terinfeksi Covid-19 melalui pemeriksaan swab PCR.

Sementara data penerima bansos isoman dari Dinsos Pamekasan terdapat sekitar 250 orang. Perbedaan data itu diminta untuk dievaluasi kembali. Wahyudi mengungkapkan, pihak Dinsos Pamekasan kembali mengirimkan data penerima bansos isoman dan datanya jauh berkurang dibanding sebelumnya, yaitu sekitar 114 orang.

“Jadi data ini perlu dievaluasi. Kenapa bisa berubah-ubah seperti ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Pamekasan Mochamad Tarsun menyampaikan, usulan bansos untuk warga yang menjalani isoman karena terinfeksi Covid-19 melalui pemeriksaan swab antigen masih perlu dikaji kembali dengan sejumlah pihak, terutama dengan Dinkes Pamekasan. Karena warga yang menjalani isoman menjadi kewenangan Dinkes dan didata oleh Dinkes.

“Masih belum. Ini masih perlu kajian,” ungkap Tarsun. (ali/bri)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *