oleh

Komisi IV Rekomendasi Manajemen RSUD dr. Moh. Zyn Dievaluasi

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Tidak hanya banyaknya keluhan pelayanan, berbagai kejanggalan pengelolaan anggaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Zyn Sampang terus terungkap. Sehingga, perlu evaluasi kinerja dan komitmen manajemen di internal rumah sakit. Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal, Minggu (21/3/2021).

Menurutnya, keluhan pelayanan dan fasilitas di rumah sakit sudah bukan rahasia umum. Namun, banyaknya kejanggalan pengelolaan anggaran memperlengkap penilaian manajemen rumah sakit.  “Soal pelayanan sudah sejak dulu sering terjadi. Tapi masih berkelanjutan. Tapi soal pengelolaan anggaran ini yang perlu dievaluasi,” ujarnya.

Dikatakan, selama ini rumah sakit terkesan memanfaatkan status sebagai badan layanan umum daerah (BLUD). Mempunyai kewenangan dalam pengelolaan anggaran secara internal. Namun, dalam evaluasinya terbukti banyak kejanggalan. Sehingga perlu adanya evaluasi capaian kinerja dan efisien anggaran.

“Rumah sakit mengajukan pembahasan anggaran ke kami gelondongan. Saat ditanya rinciannya tidak diberikan saat ini. Terkesan, karena BLUD lalu bebas menganggarkan,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, hal semacam ini harus ada evaluasi. Sebab, dikhawatirkan  anggaran pemerintah menjadi bancakan. Selama ini, penggunaannya tidak efisien dan terkesan membuang anggaran. Terbukti, dari beberapa penganggaran janggal dan rumah sakit tidak bisa menjelaskan.

Mulai dari belanja darah, belanja air, termasuk penganggaran lain yang tidak jelas rincian peruntukannya. Sehingga pihaknya berharap, ada evaluasi khusus soal pengelolaan anggaran di internal rumah sakit yang berstatus BLUD.

Laki- laki yang akrab disapa Bung Fafan itu menyebut, di rencana kerja anggaran (RKA) masih banyak program yang penganggarannya gelondongan. Sedangkan, rumah sakit tidak berusaha memberikan rinciannya mulai dari pembahasan hingga realisasi anggaran.

Perintis Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sampang itu mengaku, jika manajemen rumah sakit perlu adanya perubahan. Bahkan tidak menyangkal jika selama ini memang ada peningkatan.

Namun, jika disinkronisasi dengan pengelolaan anggaran yang luar biasa mestinya jauh lebih maju. Terutama peningkatan soal fasilitas dan pelayanan.

“Sudah terlalu lama manajemen rumah sakit ini monoton. Dan perlu adanya evaluasi, bahkan kalau perlu perubahan manajemen. Sehingga ada perubahan signifikan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiawan mengaku belum bisa berkomentar banyak. Dikatakan, jika soal evaluasi kinerja pelayanan rumah sakit harus dilakukan terlebih dahulu. Sehingga selanjutnya akan dilakukan pembahasan penyelesaiannya.

“Masalah penggantiannya saya belum bisa memberikan keterangan. Kalau soal evaluasi sudah sering kami lakukan,” responnya singkat.  (man/ito)

 

Komentar

News Feed