Komisioner KPU Sumenep Disebut Intimidasi PPK agar Suara Alyadi Digeser ke Nur Faizin

News, Pemilu, Politik808 views

KABAR MADURA | Insiden hilangnya perolehan suara calon angggota legislatif (caleg) di Sumenep kembali terjadi. Setelah sebelumnya kehilangan suara di Kecamatan Lenteng, Alyadi, caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengalami kejadian serupa di Kecamatan Pragaan.

Alyadi yang sebelumnya memperoleh 3.249 suara pada rekapitulasi tingkat kecamatan versi D Hasil Kecamatan yang dikeluarkan PPK Lenteng, harus menerima kenyataan pahit lantaran 2.000 suaranya hilang. Suaranya hanya tersisa 1.249 versi D Hasil Kecamatan yang dibacakan PPK Lenteng saat rekapitulasi di tingkat kabupaten.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Hilangnya 2.000 suara caleg nomor urut 1 itu, diduga kuat berpindah ke caleg sesama partai atas nama Nur Faizin. Sebab, Nur Faizin yang sebelumnya memperoleh suara 5.450 pada D Hasil Kecamatan versi rekapitulasi tingkat kecamatan, jumlah perolehan suaranya naik menjadi 7.450, atau bertambah 2.000 suara saat rekapitulasi tingkat kabupaten.

Baca Juga:  Target PAD Persampahan Gagal Dicapai, DLH Sampang Berdalih Potensi Tidak Sesuai

Tidak hanya di Kecamatan Lenteng, suara Alyadi kembali menghilang di Kecamatan Pragaan. Alyadi yang sebelumnya memperoleh dukungan suara 2.109 saat rekapitulasi kecamatan, harus kehilangan dukungan suaranya sebanyak 2.108, atau hanya tersisa 1 suara saat rekapitulasi tingkat kabupaten.

Sementara, Nur Faizin lagi-lagi mendapatkan tambahan suara saat rekapitulasi di tingkat kabupaten. Nur Faizin yang sebelumnya memperoleh 4.212 suara pada rekapitulasi di Kecamatan Pragaan, bertambah menjadi 6.255 suara saat rekapitulasi di tingkat kabupaten.

“Di Kecamatan Pragaan kami punya basis massa kuat, tidak mungkin suara kami hanya satu, apalagi ada C hasil dan D hasil yang menjadi bukti,” ucap Koordinator Pemenangan Alyadi, Syaiful Jefri, Selasa (5/3/2024).

Syaiful mengaku, sudah mengantongi bukti dan data pendukung dugaan kecurangan yang menimpa Alyadi. Tentu data-data itu akan menjadi bukti kuat atas indikasi kecurangan yang merugikan politisi senior PKB Jawa Timur tersebut.

Baca Juga:  Kemenag Sumenep Butuh Banyak Pendamping Sertifikasi Halal Produk UMKM

“Di kecamatan lain juga banyak suara kami yang dibegal, kami pegang semua bukti dan data pendukungnya, kami tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

Sementara itu, hilangnya suara Alyadi dan berpindah ke caleg lain, diduga kuat ada peran pihak komisioner KPU Sumenep.

Sebab, salah satu anggota PPK mengaku yang enggan diaebut identitasnya, kalau hal itu berdasarkan perintah dan bahkan bernada intimidasi.

“PPK mengaku diintimidasi oleh Ketua KPU Rahbini untuk menggeser suara Alyadi ke Faizin dengan dalih sudah dapat restu oleh DPC PKB,” pungkas Syaiful.

Sementara itu, Ketua KPU Sumenep Rahbini, yang namanya disebut-sebut itu, tidak kunjung memberi respon saat dihubungi Kabar Madura melalui nomer pribadinya hingga berita ini ditayangkan.

Pewarta: Moh Razin

Redaktur: Wawan A. Husna/Fathor Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *