oleh

Komitmen Angkat Pesona Sampang Melalui Konten Kreator

Kabarmadura.id/Sampang –Keberhasilan Fatimatus Zahroh yang dinobatkan sebagai Cebbing Kabupaten Sampang tahun 2019, tidak lepas dari dukungan yang kuat dan doa dari orang terdekat. Segala persiapan untuk mengikuti  ajang pemilihan duta wisata di Kota Bahari itu, sudah dia persiapkan sejak jauh-jauh hari, termasuk meningkatkan wawasan pengetahuan kebudayaan, kuliner dan kepariwisataan Kota Bahari, serta meningkatkan kemampuan public speaking dan kualitas diri.

SUBHAN, Sampang

Berawal dari keinginan pribadi yang kuat untuk mengikuti pemilihan duta wisata Kacong Cebbing (Kaceb) Sampang, dara kelahiran Bangkalan 3 Desember 1995 itu, awalnya dibenturkan dengan hambatan, karena dirinya menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Diceritakannya, pada tahun 2018 lalu, dirinya ingin mengikuti pemilihan Kaceb, sayangnya, saat itu audisi duta wisata itu tidak diadakan oleh Pemkab Sampang. Sehingga dirinya gagal untuk mengikuti pemilihan Kaceb.

Dari itu, wanita yang akrab disapa Fatim ini mengaku, selalu bertanya melalui via instagram selama dua tahun terakhir ini, ihwal kapan akan diadakan pemilihan Kacong Cebbing Sampang.

“Alhamdulillah pada tahun ini, saya diberi kesempatan untuk mengikuti audisi dan dinobatkan menjadi Cebbing Sampang,” ungkapnya, kepada Kabar Madura, Senin (11/11)

Dirinya menceritakan, ketertarikan dirinya dalam mengikuti duta wisata Kaceb ini, karena memang pada dasarnya dirinya menyukai travelling demi mengeksplor potensi alam sekitar.

Dara yang mengaku jarang berada di Sampang ini mengungkapkan, motivasinya mengikuti ajang pemilihan Kaceb juga dilandasi rasa keingintahuannya tetntang sejarah dan wisata di Kota Bahari. Dirinya meyakini, bahwa Sampang merupakan kota yang kaya akan tradisi, budaya, kuliner dan wisata.

Alumnus pondok Pesantren Gontor itu menjelaskan, untuk mengikuti ajang pemilihan duta wisata ini, butuh banyak persiapan, dari segi wawasan pengetahuan akan kepariwisataan, public speaking yang sangat berpengaruh untuk kebutuhan kedepannya.

“Usaha yang selama ini saya lakukan itu, akhirnya bisa membawa saya menjadi Cebbing Sampang 2019. Saya sangat bersyukur, tetapi yang tidak kalah penting, keberhasilan ini tak lepas dari dukungan orang tua dan orang orang yang mendoakan saya selama ini,” lanjutnya.

Perempuan yang masih menyandang status mahasiswa kedokteran di Universitas Widya Mandala Surabaya ini menjelaskan, obsesi menjadi Cebbing karena termotivasi karena ingin membanggakan kedua orang tua.

Sebab selama ini, dirinya mengaku belum pernah memberikan sesuatu yang bisa membanggakan orang tuanya. Mungkin dengan menjadi Cebbing Sampang, Fatim berkeyakinan bisa membuat kedua orang tuanya tersenyum bangga.

Selain itu, dirinya ingin membangun relasi dengan banyak orang, meningkatkan soft skill, menjadi seseorang yang menginspirasi dan bermanfaat kepada sesame, serta turut terlibat langsung untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Sampang.

“Saya berencana membuat promosi pariwisata yang ada di Kota Bahari melalui kreativitas video hasil karya seni batik yang dikolaborasikan dengan designer,” tukasnya.

Selain itu, salah satu upaya yang akan menjadi kontribusi nyata dirinya bagi Kabupaten Sampang, yakni mengadakan kegiatan kepemudaan sadar sampah. Maka dari itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat agar lebih sadar wisata dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Mari kita bantu pemerintah untuk mewujudkan kepariwisataan yang memenuhi standar Indonesia dengan sapta pesona. Sehingga dapat mewujudkan Sampang Gemilang,” ungkap mahaiswi semester lima tersebut. (pin)

 

Komentar

News Feed