oleh

Kompensasi Terhadap Enam Desa Terdampak Ekploitasi Migas HCML Tidak Jelas

Kabarmadura.id/Sampang-Kendati sudah ada kesepakatan antara nelayan dengan perusahaan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), terkait pemberian kompensasi terhadap enam desa terdampak ekploitasi minyak dan gas (migas) di perairan Kabupaten Sampang. Namun, hingga kini kompensasi melalui penyaluran dana corporate social responsibility (CRS)  belum ada kejalasan. Bahkan HCML dinilai hanya umbar janji.

Adapun enam desa terdampak ekploitasi migas oleh HCML di perairan Sampang itu, yakni Desa Tanjung, Sejati, Dharma, Camplong, Desa Banjar Talela, Tambaan, dan Desa Taddan Kecamatan Camplong.

Koordinator Gerakan Sampang Menggugat (GSM) Syamsuddin mengatakan, sejatinya para nelayan di wilayah perairan Camplong, khususnya di enam desa terdampak kegiatan ekploitasi migas oleh HCML itu sudah berulang kali melakukan aksi, baik di darat maupun di laut.

Aksi itu dilakukan untuk mempertanyakan kontribusi bagi warga dan meminta kejelasan kompensasi yang dijanjikan perusahaan migas itu. Tapi pemberian kompensasi tersebut sampai saat ini masih sebatas janji dan belum ada bukti konkrit.

“Kalau pemberian kompensasinya sudah disepakati oleh HCML, untuk teknis dan besaran yang akan di gelontorkan ke enam desa terdampak ini masih akan dibahas dalam rapat terpadu dengan melibatkan warga nelayan terdampak, HCML, SKK migas dan pemerintah daerah setempat,” ujar Syamsuddin kepada Kabar Madura, Kamis (2/7/2020).

Dirinya menguraikan, selama ini kegiatan eksploitasi migas di perairan Sampang oleh HCML belum ada kontribusi nyata kepada masyarakat terdampak dan Pemkab Sampang. Tapi sekarang sudah ada kesanggupan dari HCML untuk memberikan kompensasi.

Maka dari itu, GSM dan masyarakat nelayan menyambut dengan lapang dada, terkait adanya iktikad baik dari HCML  untuk memberikan kompensasi dan kontribusi nyata kepada masyarakat dan Pemkab setempat.

Kontribusi keberadaan HCML selama ini tidak jelas manfaatnya. Maka kedepannya diharapkan penyaluran CSR itu lebih transparan, keberadaan jelas dan bermanfaat kepada masyarakat.

“Sekarang kami hanya tinggal menunggu keseriusan dari pemerintah daerah untuk segera menggelar dan menfasilitasi rapat dengan melibatkan semua pihak terkait, untuk kejelasan kompensasi bagi warga terdampak eksploitasi migas dari HCML ini,” ungkapnya.

Regional Manager HCML Hamim Tohari pada saat beraudiensi virtual dengan GSM dan nelayan menegaskan, HCML akan memberikan kompensasi dan kontribusi terhadap warga terdampak dan Pemkab. Karena kontribusi terhadap pemerintah daerah dan masyarakat itu, merupakan upaya  untuk mendekatkan diri kepada masyarakat setempat. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed