Komposisi Belanja Pembangunan Akan Berubah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) DIPANGKAS: Sejumlah belanja daerah akan dilakukan realokasi anggaran untuk biaya operasional vaksinasi.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN– Wabah Covid-19 yang masih berlangsung,  dipastikan akan berpengaruh terhadap komposisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dikarenakan harus melakukan realokasi atau refocusing anggaran guna membentuk dana cadangan penanganan wabah tersebut.

Ketentuan pelaksanaan refocusing TA 2021 tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nomor SE2/PK/2021 tertanggal 8 Februari 2021. Surat itu berisi tentang penyesuaian penggunaan anggaran transfer ke daerah dan dana desa TA 2021 untuk penanganan Covid-19. Dokumen itu juga ditujukan kepada seluruh gubernur, bupati/walikota, kepala desa atau yang dipersamakan.

Bacaan Lainnya

Di sana dijelaskan bahwa surat diterbitkan sehubungan dengan penanganan pandemi Covid-19 termasuk dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Perlu dilakukan refocusing anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) TA 2021.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKP) Pamekasan, Sahrul Munir, menyampaikan pihaknya saat ini sedang melakukan pemetaan dan penghitungan  untuk melakukan refocusing anggaran. Pihaknya menargetkan, komposisi anggaran yang refocusing bisa segera diselesaikan akhir bulan Februari ini.

Dijelaskan Sahrul, berdasar SE Kemenkeu RI Nomor SE 2/PK/2021 tertanggal 8 Februari 2021, guna melakukan refocusing anggaran, Pemkab Pamekasan  harus realokasi pada Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 8 persen, kemudian Dana Insentif Daerah (DID) sebesar 30 persen penggunaan DID harus dialokasikan untuk bidang Kesehatan termasuk penanganan wabah Covid-19.

Hal serupa juga terjadi pada Dana Bagi Hasil Cukai (DBHC) bahwa 30 persennya untuk bidang Kesehatan. Tidak hanya itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) penggunaannya harus dialokasikan untuk padat karya guna memulihkan ekonomi nasional dan daerah.

“Sehingga kita harus melakukan refocusing sesuai dengan regulasi yang ada,” ucapnya.

Lebih jelas Sahrul menuturkan, refocusing anggaran tersebut diproyeksikan untuk kegiatan operasional vaksinasi yang saat ini tengah berlangsung. Pihaknya akan menyelesaikan rencana refocusing itu pada akhir bulan Februari ini.

Namun demikian, pihaknya mengaku masih akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu perihal rencana refocusing anggaran tersebut mengenai pemetaan terhadap sejumlah belanja pada setiap sektor yang akan dilakukan refocusing.

“Baik belanja modal atau belanja barang dan jasa. Tergantung dari OPD, mana yang memungkinkan untuk dilakukan penundaan untuk kegiatan yang akan dilaksanakan,” terangnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin menilai surat edaran dari Kemendagri dan Menkeu sebagai perintah dari pemerintah pusat yang harus diikuti oleh Pemkab Pamekasan.

Pihaknya berharap, refocusing anggaran itu benar-benar digunakan sebagaimana mestinya yaitu untuk penanganan wabah Covid-19. Namun, Beberapa program yang sudah dianggarkan sebelumnya seperti bantuan untuk guru non kategori dan guru madrasah tetap dialokasikan.

“Kalau perlu bantuan untuk madrasah diniyah yang selama ini jarang tersentuh. Bagaimana refocusing ini dimanfaatkan untuk itu,” tukasnya. (ali/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *