Komunitas AKMB Gelar Festival Budaya untuk Dongkrak Ekonomi Warga

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) KOMPAK: Masyarakat Kecamatan Kamal, Bangkalan, mendeklarasikan Aliansi Masyarakat Kamal Bersatu (AKMB) untuk menggerakkan ekonomi warga setempat melalui kekayaan budaya setempat.

KABARMADURA.ID | Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan untuk menghidupkan kembali Pelabuhan Kamal sepertinya belum membuahkan hasil. Apalagi selama dua tahun terakhir, program festival budaya di Kecamatan Kamal ditiadakan. Padahal, agenda tahunan tersebut diharapkan mampu mendongkrak ekonomi warga sekitar. Sebab itulah, sebagian warga tergerak untuk membentuk komunitas bernama Aliansi Masyarakat Kamal Bersatu (AMKB) untuk mencarikan solusi terbaik dari kondisi tersebut.

FAIN NADOFATUL M, BANGKALAN

            Berdirinya AMKB berawal dari kegelisahan warga Kamal melihat banyak pedagang yang ekonominya terancam sebab sepinya pembeli. “Pendapatan ekonomi warga Kamal turun drastis sejak Jembatan Suramadu beroperasi. Kini, pelabuhan Kamal bisa jadi paling sepi di antara pelabuhan yang ada di Indonesia,” ungkap Ketua AMKB Alun.

Ia melanjutkan, Pelabuhan Kamal sempat menjadi salah satu pelabuhan yang paling ramai, namun saat ini kondisinya berbalik total. Pelabuhan tersebut sepi dari pengunjung. Hal itulah yang menyebabkan dirinya terdorong untuk melakukan gebrakan baru untuk kembali menggerakkan perekonomian masyarakat Kamal.

Dari beragam keluhan warga, akhirnya ia memutuskan untuk berdiskusi dengan stakeholder di Kamal. Sebab menurutnya, untuk menghidupkan perekonomian masyarakat di Kamal, tidak cukup hanya mengandalkan AMKB.

“Akhirnya muncul ide untuk mengadakan festival budaya yang dikemas dengan menyajikan ragam menu kuliner khas Kamal, pameran benda seni pusaka, lomba mewarnai, dan pidato bahasa Madura, serta giat senam massal dan jalan sehat bersama,” paparnya mengenai agenda AMKB.

Menurut Alun, respon masyarakat terkait festival budaya yang telah berjalan tersebut luar biasa. Apalagi, di pameran tersebut, ditampilkan juga banyak produk unggulan lokal, seperti keris, celurit, batik, dans sebagainya.

Ia  berharap, festival budaya tersebut menjadi wadah interaksi antar pengusaha, perajin, perancang busana, pembeli, pemerhati budaya, dan masyarakat luas. Dari kegiatan itu, Alun menyampaikan, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa memperluas pangsa pasarnya.

“AMKB akan menggandeng stakeholder mulai dari tingkat desa hingga kabupaten untuk bersama-sama memberi masukan dan mendukung program-program di Kamal agar geliat ekonomi bisa meningkat,” tuturnya.

Selain itu, Alun menambahkan, salah satu program selanjutnya setelah penyelenggaraan festival budaya yaitu program Kamal Bersih. Sebab menurutnya, Kecamatan Kamal terkenal dengan sampah yang berceceran di pesisir pantainya.

“Dari wilayah Kamal pembuangan akhirnya berada di Kamal juga, lain lagi sampah kiriman dari Desa Telang dan desa lainnya. Ini yang menjadi agenda kami ke depan menjadikan Kamal bersih,” tandasnya.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *