Komunitas “Mapesa” Aktif Kelola Sampah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) SAMPANG: Manajemen pengelolaan sampah (Mapesa) merupakan komunitas yang berbaur di bidang persampahan, dan tentunya harus ada komitmen yang kuat untuk membuka usaha bersama.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Adapun manajemen pengelolaan sampah (Mapesa) sebelumnya adalah perkumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan untuk mengelola sampah, terlebih di  Kabupaten Sampang sering mengalami banjir. Namun, dibalik itu, sampah juga memiliki  ada nilai ekonomis, sehingga jika masyarakat tahu, tidak akan membuang  sampah ke sungai.

Awal dibentuknya Mapesa yaitu berangkat dari rasa prihatin  terhadap kondisi sampah, terbukti adanya banyak sampah di bibir pantai  Pulau  Mandangin.

“Mapesa awalnya memang  komunitas, namun pada tahun 2020 sudah diresmikan jadi CV Mapesa yang mengelola sampah, dan kebetulan ada founder yang di bidang jual beli sampah, akhirnya dikelola jadi ekonomis,” ucap salah satu founder CV Mapesa Syaiful.

Selain itu,  ia menuturkan, karena sampah tersebut ada nilai ekonomis, maka selain pemberdayaan dibentuk menjadi ekonomi masyarakat.  Bersyukurnya sekarang ini bergerak di bidang jual beli sampah ke Surabaya.

Jadi problem yang ada di masyarakat itu jadikan peluang ekonomis. Sehingga, nantinya masyarakat tidak sembarang membuang sampah, karena sampah  akan menjadi uang, dan juga ingin lingkungan bersih. Sehingga dalam sistem pembeliannya dilakukan secara tumpukan.

“Pembelian sampah itu kita juga ada sistem sunter artinya masyarakat tidak harus memilah mana yang bagus atau yang mana ini jelek tapi dari kita sendiri yang memilah,” imbuhnya.

Kendati demikian, untuk lebih memajukan dan memaksimalkan pengelolaan sampah melalui Mapesa tersebut, dirinya akan bentuk komunitas di setiap kecamatan. Sehingga, nantinya semua sampah di 14 kecamatan itu terkelola.

Adapun untuk pusat pengelolaannya itu di Desa Batuporo Kecamatan Kedungdung, untuk alamat kantornya ini di Desa Pengunsian Kecamatan Torjun Sampang. Founder-nya ada 6, untuk lainnya masih pembinaan.

“Sekarang ini ada enam founder, untuk lainnya itu kita masih tahap pembinaan, kita menggerakkan komunitas dan juga Banser di kecamatan. Semoga ke depan akan lebih maju, dan kami bersedia kerja sama dengan pihak mana pun,” pungkasnya. (mal/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *