Komunitas Matapeta Buka Usaha dengan Mengembangkan Produk Unggulan Pertanian

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) MEMBUAHKAN HASIL: Anggota Komunitas Matapeta  mengembangan produk unggulan di bidang pertanian

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Komunitas Matapeta, komunitas yang bergerak di bidang pengembangan produk unggulan di bidang pertanian di Bangkalan bekerjasama dengan dua desa dalam pengelolaan bibit jagung. Lebih tepatnya, dengan Desa Kamal dan Desa Alang-Alang.

Pembina Matapeta Ahmad Syaiful Umam mengatakan, awalnya komunitasnya itu hanya dari mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM), khususnya dari Prodi Agroekoteknologi. Ia menuturkan, pembentukan komunitas tersebut disebabkan waktu itu belum ada komunitas yang bergerak di bidang pertanian.

Keberadaan komunitas yang berdiri sejak tahun 2017 itu direspon antusias oleh mahasiswa dari fakultas lainnya. Ia juga mengutarakan, bahwa setiap tahunnya pendaftar  mencapai 100 mahasiswa.

“Memang kami fokuskan pengembangan di bidang pertanian ini untuk wirausaha. Kami kembangkan tanaman kampus. Awalnya, memang kami ingin mengembangkan pertanian di civitas akademika UTM. Tapi akhirnya pada tahun 2019, kami menambah kegiatan tanaman hortikultura,” katanya, Minggu (29/8/2021).

Lanjutnya, dari kegiatan pengembangan tanaman horltikultura itu, ia mampu mengembangkan tanaman melon, cabai, dan repacking beras dengan bekerja sama dengan kelompok tani di Bangkalan. Kemudian, pada tahun 2020, pihaknya menambah satu kegiatan pengembangan budidaya ikan lele.

Komunitas yang juga bergerak di bidang bisnis ini, pada tahun 2021 mematenkan perusahaannya sendiri yang bernama Persekutuan Komanditer (CV) Matapeta Agro Jaya Utama (MAJU).

“Kami kerjasama dengan Sayur ORC yang bergerak di bidang segala macam jenis sayur organik. Lalu bergerak bekerjasama dengan PT Agro Giri Raya Sejahtera, kami dapat bimbingan dari mereka,” papar lelaki yang kerap disapa Umam itu.

Ia mengaku, pihaknya bekerjasama dengan PT Agro Giri Raya Sejahtera di bidang produk unggulan benih jagung. Di mana Matapeta ini bertugas sebagai agen dan marketingnya untuk wilayah luar Bangkalan. Kata Umam, Matapeta sudah menjual produk pertaniannya itu dalam dua tahun terakhir.

“Pemasaran untuk sayur organik kami sudah masuk ke daerah Gresik. Kalau yang beras dan sayur-sayur lainnya, kami masih penuhi di internal. Sistem kami antar jemput barang untuk menarik konsumen,” tandasnya. (ina/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *