Komunitas PPLH Bangkalan Rencanakan Edukasi Warga tentang Pengolahan Sampah

(FOTO: IDRIS FOR KM) KONTRIBUTIF: Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Bangkalan menjadi salah satu wadah bagi pemuda yang memiliki minat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

KABARMADURA.ID | Dalam pembangunan suatu daerah, peran pemuda tidak bisa dilihat sebelah mata. Bahkan, kontribusi pemuda bisa mempercepat penyelesaian beragam persoalan di tengah masyarakat. Seperti halnya keberadaan komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) yang ada di Bangkalan. Komunitas tersebut digagas oleh kaum muda Kota Salak dalam rangka menangani berbagai masalah lingkungan.

HELMI YAHYA, BANGKALAN

            PPLH Bangkalan saat ini sedang fokus menangani masalah sungai. Idris, salah satu pengurus PPLH Bangkalan mengungkapkan, sumber sungai di Bangkalan bermacam-macam. Sehingga, penanganan dan pemanfaatannya harus berbeda.

Bacaan Lainnya

“Kalau dibiarkan kotor, saya kira bukan tidak mungkin jika ini mengancam kesehatan warga,” katanya.

Selain itu, Idris menambahkan, beberapa titik sungai di perkotaan menjadi tempat pembuangan. Seperti pembuangan sampah rumah tangga atau bahkan industri kuliner. Padahal menurutnya, tindakan seperti itu harus tegas dilarang. “Kita tidak bisa menghindari sampah, jadi memang harus kita proses dan urai sejak awal,” tegas Idris.

Tidak hanya itu, Idris juga meyakini bahwa masyarakat bukan tidak sadar. Tetapi, mereka tidak mengetahui sampah yang bisa dikelola dan mana yang tidak. Masyarakat juga belum memiliki kemampuan dan kreativitas dalam mengolah sampah.

“Warga harus tau mengolah, dan tempat pengolahan itu yang harus kita fasilitasi, jadi tidak asal dibuang,” terangnya.

Kata Idris, minimal masyarakat bisa mengolah sampah organik dan non-organik. Harapannya, paling tidak nanti dapat mengurai volume sampah. Bahkan, menurut Idris, jika benar-benar mau ditekuni, bukan tidak mungkin nanti bisa bernilai ekonomis. “Ambil yang paling dasar dulu saya kira, nanti kita akan coba masuk melalui kecamatan dulu,’” ulasnya.

Pihaknya menginginkan, ke depan PPLH bisa mendapatkan persetujuan atau izin dari pemerintah tingkat desa dan kecamatan untuk memberikan pengetahuan dasar kepada warga desa terkait pengolahan sampah. “Sementara kita akan beri kesadaran terlebih dulu untuk warga. Baru nanti langkah selanjutnya bisa diukur,” pungkasnya Idris.

 

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.