Kondisi Dua PDP Covid-19 di Pamekasan Semakin Membaik

  • Whatsapp
(KM/ ALI WAFA) HAMPIR PENUH: Kapasitas ruang rawat isolasi khusus pasien Covid-19 di RSU Mohammad Noer hampir penuh.

Kabarmadura.id/Pamekasan–Dua orang pasien berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19  yang saat ini dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Muhammad Noer (RSMN) Pamekasan, menunjukkan perkembangan lebih baik daripada saat awal masuk.

PDP pertama adalah pria berusia 26 tahun dengan riwayat perjalanan dari Batu. Sementara  pasien kedua baru masuk pada 25 April dengan status keluarga dari warga yang ikut Ijtima Jamaah Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

PDP kedua itu, berdasarkan keterangan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Akhmad Marzuki, adalah laki-laki berusia 60 tahun dengan inisial M, berasal dari Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan.

Sebagaimana disampaikan Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 RSMN, dr. Mokh. Mukhlis, ihwal ditetapkannya status PDP dan dirawat di RSMN, diawali pada 21 April lalu.

Pasien tersebut sebelumnya dirawat di RS Larasati, kemudian dinyatakan PDP, lalu dirujuk ke RSMN lantaran di RS Larasati belum tersedia ruang isolasi bagi pasien Covid-19. Sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan, kapasitas ruang isolasi bagi pasien Covid-19 telah penuh.

“Pasien ini memang sebelumnya dirawat di Larasati, dari hasil pemeriksaan yang didapat di sana dinyatakan PDP, kemudian dirujuk kesini, sebelumnya dirapid test di Larasati, lalu diswab di sini,” ucapnya.

Kendati demikian, dr. Mukhlis mengaku, kondisi pasien saat ini terbilang lebih baik daripada kondisi saat baru dirujuk ke RSMN, dan kondisi satu pasien PDP lainnya juga sudah stabil dan lebih baik dari sebelumnya. Sebab sebelumnya, menggenggam telepon genggam saja tidak bisa.

“Sekarang pasien sudah mulai membaik daripada sebelumnya waktu baru dirujuk, satu pasiennya lagi juga sudah stabil dari sebelumnya, kalau waktu awal dirujuk ke sini itu buat pegang saja tidak bisa, sekarang sudah baik,” ulasnya.

Dengan begitu, di RSMN terdapat dua pasien PDP yang dirawat isolasi. Sementara ruang isolasi yang tersedia di RSMN berjumlah enam ruang tanpa ventilator dengan empat ruang siap pakai dan dua ruang belum siap pakai.

“Di sini ada enam ruang yang tersedia, empat di antaranya siap pakai dan dua di antaranya belum siap pakai, semuanya tanpa ventilator,” pungkasnya. (ali/bri/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *