oleh

Kondisi Rutan di Sampang Dipaksakan, Kelas II Overload

Kabarmadura.id/SAMPANG – Kondisi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kabupaten Sampang diketahui tidak ideal, sangat memprihatinkan dan terkesan dipaksakan. Pasalnya jumlah penghuni atau warga binaan lapas diketahui melebihi kapasitas ideal. Akibatnya, rutan kurang kondusif dan nyaman.

Di sisi lain, kemanan rutan harus ditingkatkan, mengingat jumlah warga binaan sulit dikendalikan, lantaran jumlahnya yang saat banyak, melebihi kapasitas daya tampung. Sehingga para keamana rutan harus bekerja ektra.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas II B Sampang Abdus Subir, membenarkan, kondisi rutan saat ini sudah overload. Idealnya daya tampung atau kapasitas rutan berjumlah 165 orang. Namun Warga binaan yang ada saat ini sebanyak 294 orang.

”Saat ini, warga binaan sudah melebihi kapasitas, yakni mencapai 294 jiwa, ideal hanya mampu manampung sebanyak 165 warga binaan,”ucap Abdus Subir kepada awak media.

Kendati demikian, Ia mengklaim, keberadaan rutan tidak terlalu over kapasitas karena pihaknya sudah menambah 3 kamar narapidana baru dari sebelumnya hanya 8 kamar. Namun saat ini sudah 11 kamar.

”Kami siasati menambah kamar baru,  dengan memanfaatkan keberadaan gudang penyimpanan yang jadikan kamar, sehingga over kapasitas bisa diminimalisir,” kelitnya.

Lebih Lanjut, Subir menjelaskan, sejatinya Rutan kelas II B Sampang sudah memiliki 18 kamar. Perincianannya, 11 kamar untuk narapidana, 5 kamar tahanan, 1 kamar anak, dan 1 kamar blok wanita. Adapun ukuran setiap kamar berbeda-beda. Untuk kamar dengan ukuran kecil diisi maksimal 7 orang, sedangkan kamar dengan ukuran paling besar maksimal diisi 30 narapidana.

”Meski kondisi rutan tidak ideal, karena overload, kami kira tidak ada masalah, karena sampai sekarang, para penguni rutan aman-aman saja. Tidak ada masalah yang cukup berarti, hanya saja para tahanan harus rela berbagi tempat dengan teman-temannya,”dalihnya.

Dengan demikian, Subair berharap adanya penambahan bangunan kamar. Sebab beberpa tahun terakhir kondisi rutan sering melebih kapasitas yang ada. Sehingga pihaknya melakukan pemindahan narapidana yang dijatuhi sanksi hukuman tinggi. Misalnya narapidana narkoba dan kriminal, untuk dipindahkan ke rutan Pamekasan dan daerah lain.

”Soal penambahan kamar harus menunggu persetujuan dari kanwil, untuk saat ini kami siasati dengan memindahkan warga binaan ke rutan di daerah lain,”pungkas Subir. (sub/pai)

Komentar

News Feed