oleh

Konfercab NU Sumenep Usung Misi Penguatan Ranting dan Kemandirian Jam’iyyah

KABARMADURA.ID, Sumenep – Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdhatul Ulama’ (NU) Sumenep berlangsung di Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura, Minggu 27 September 2020.

Wakil Ketua PCNU sekaligus Ketua Panitia Konfercab Sumenep Zainul Hasan mengatakan, kegiatan tersebut menarget lima tahun ke depan akan membangun kemandirian jam’ iyyah dangan menguatkan ranting NU menjelang annahdha assaniyah.

“Program pada 5 tahun ke depan merupakan membangun kemandirian jam iyah dan ranting NU. Hal itu juga merupakan tema kegiatan pada saat ini ,” katanya, Minggu (27/9/2020).

Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB pagi hingga selesai. Harapannya, kegiatan berlangsung khidmat tanpa ada kendala.

“Isi dari konfercab merupakan laporan pertanggung jawaban ketua PCNU sebelumnya dan pemilihan ketua baru,” ujarnya.

Mengenai calon ketua PC NU tidak ditentukan sebelumnya. Sebab, calon muncul pada saat forum atau musyawirin. Sehingga masuk pada pleno pemilihan. Jadi, masih belum diketahuai nanti akan diketahui.

“Calon nanti akan muncul namanya di tahap pencalonan pada saat sidang pleno pemilihan,” tukas dia.

Pemilihan rais akan dilakukan ahlul halli wal akdi sebanyak 5 orang yang merupakan usulan dari MWC NU se-Kabupaten Sumenep.

“Jadi, nanti 5 nama yang ditetapkan sebagai ahlul hallai wal akdi itulah yang memilih rois syuriah,” paparnya.

Sementara untuk ketua tanfidiyah dipilih dengan musyawarah mufakat dan atau pemilihan secara langsung. Jika dilakukan dengan voting, maka ada dua tahap, yakni tahap pencalonan dan tahap pemihan.

Peserta yang diundang sebanyak 1.312 orag dari MWC/ranting NU. Kemudian, dari PCNU Sumenep sebanyak 64 orang.

“Saat ini masih berlangsung mengenai kehadiran masih diketahui hingga selesainya acara. Tetapi, saat ini sudah banyak yang hadir,” tukasnya.

Ketua Demisioner PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq mengingatakan, konfercab merupakan permusyawaratan tertinggi tingkat cabang. Agendanya merumuskan program-program NU selama 5 tahun ke depan. Kemudian pemilihan ketua PC NU baru.

“Momentum konfercab bukan ajang kontestasi politik yang pemilihannya melalui tim sukses. Tetapi harus dengan hati yang lembut jika perlu memohon kepada Allah untuk memilih pemimpin yang akan memajukan PCNU Sumenep ke depan,” ujar dia.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk itu menjelaskan, istisyarah dan istikharah adalah tradisi NU dalam setiap menghadapi berbagai persoalan, termasuk dalam menentukan calon pemimpin.

“Jangan sampai ada pertengkaran. NU diajarkan untuk senantiasa damai dengan siapapun, terlebih di acara konfercab,” pungkasnya. (imd/waw)

 

Komentar

News Feed