Konsisten Dikawal H. Syafiuddin, Peningkatan Jalan Nasional Madura Dimulai 2022

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) PELATIHAN: Peningkatan infrastruktur jalan nasional di Madura mulai ada titik terang setelah beberapa kali diusulkan H. Syafiuddin di DPR RI.

KABARMADURA.ID | BANGKALANPeningkatan (pelebaran)  infrastruktur jalan nasional Madura sudah diprogram di tahun 2022. Pengerjaannya direncanakan dengan sistem secara tahun berjalan (multi years). Proyek tersebut dilakukan untuk persiapan realisasi Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan.

Anggota Komisi V DPR RI H. Syafiuddin menyampaikan, peningkatan infrastruktur jalan nasional di Madura mulai ada titik terang setelah beberapa kali diusulkan pada pemerintah.

Kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, usulan peningkatan jalan nasional Madura digaungkan setiap digelar RDP dengan Kementerian PUPR, mengingat jalan nasional Madura sudah tidak memadai.

“Kendaraan di Madura naik secara signifikan, tidak berbanding lurus dengan peningkatan atau pelebaran jalan yang ada,” katanya.

Setelah mengawal secara konsisten dan serius setiap RDP dengan Kementerian PUPR, akhirnya, saat rapat kerja dengan Kementerian  PUPR pada 9 Juni 2021, usulan pelebaran jalan nasional Madura telah diprogramkan di tahun 2022. Rencananya, jalan nasional Madura itu itu membentang dari Bangkalan  sampai Sumenep.

Proyek peningkatan yang dimaksud, yakni pelebaran. Pengerjaannya secara multi years. Paket pembiayaan proyek tersebut dibiayai oleh suku bunga syariah negara (SBSN).

“Oleh karena itu, saya akan mengawal serius proyek  pelebaran jalan nasional di Madura sampai tuntas,” jelasnya.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Madura itu berharap, dengan pelebaran jalan nantinya, pertumbuhan ekonomi Madura lebih cepat. Terlebih, Madura sebagai penghasil garam, jagung  dan destinasi wisata.

Menurutnya, peningkatan infrastruktur jalan nasional Madura adalah kunci pemeratan pembangunan infrastruktur jalan serta kesejahteraan masyarakat Madura.

Syafiudddin juga meminta, implementasi Prespres 80 Tahun 2019 yang mengatur percepatan pembangunan beberapa wilayah di Jawa Timur segera dieksekusi, seperti jalan selatan Modung -Sereh, Pelabuhan Tanjung Bolu Pandan dan jalan akses Suramadu Bulu Pandan.

Pemerintah pusat mengubah anggaran pembiayaan dari kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU), menjadi pembiayaan  APBN, mengingat para pengusaha atau investor belum masuk ke Madura sejak perpres diundangkan tahun 2019 lalu.

Oleh karena itu, Syafiuddin meminta pembiayaan untuk Bangkalan dan penyangga Madura sepenuhnya dibiayai oleh APBN, agar pembangunan Madura cepat terealisasi.

“Oleh sebab itu, dibutuhkan sinergitas dari berbagai stakeholder, agar program tersebut dapat terealisasi, seperti pemkab dan pemprov, tokoh ulama dan blateran,” pungkas Syafiuddin.

Rencana Proyek Infrastruktur Madura

  • Jalan Modung-Sreseh (APBN)
  • Tol Bolu Pandan (KPBU)
  • Pelabuhan Bulupandan (KPBU)
  • IISP (KPBU)
  • Madura Industrial Seaport City (swasta)
  • Industri terpadu dengan Pelabuhan Tanjung Bulupandan (swasta)
  • Jalan Sreseh -Modung (Modung)
  • Penyangga Madura (Sampang, Pamekasan dan Sumenep)

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *