Kontribusi BUMDes Belum Jelas

  • Bagikan

Kabarmadura.id/Sampang-Kendati mayoritas desa di Kabupaten Sampang sudah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), tetapi geliat perekonomian masyarakat desa di Kota Bahari hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda ada peningkatan yang signifikan. Mengingat angka kemiskinan dan pengangguran khususnya di pedesaan beberapa tahunn terakhir cenderung stagnan.

Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang menunjukkan, jumlah  desa di Sampang sebanyak 180 desa yang tersebar di 14 kecamatan, sebanyak 150 desa sudah membentuk BUMDes, dan 30 desa belum mentuk BUMDes.

Akan tetapi, dari 150 desa yang sudah memiliki BUMDes tersebut terbagi menjadi dua, ada yang sudah mempunyai kegiatan usaha berjumlah 55 BUMDes, sementara yang hanya sebatas ada lembaganya sebanyak 95 desa,

“Dari 55 BUMDes yang ada kegiatan usahanya ini, baru sekitar 20 BUMDes yang sudah maju dan berkembang, sedangkan 35 BUMDes lainnya masih stagnan,” kata Kasi Pemberdayaan Lembaga dan Usaha Ekonomi DPMD Kabupaten Sampang Jufri, kemarin (8/7).

Ia menjelaskan, setiap kegaiatan usaha yang dijalankan, tentunya tidak semua berhasil dan sukses, ada yang tidak berhasil, tergantung kemampuan dari personal pengelolanya dan potensi usaha yang digeluti. Selain itu, tidak semua BUMDes yang ada mendapat penyertaan modal dari desa dan pemerintah daerah, karena kesadaran pemerintah desa untuk melakukan penyertaan modal ke BUMDes relatif minim, dan juga ada BUMDes yang membutuhkan proses dan waktu, karena baru berdiri.

“Tahun ini, kami targetkan semua desa di wilayah Sampang harus membentuk BUMDes, sementara untuk desa yang sudah ada, tinggal dikembangkan sesuai potensi daerah,”sesumbarnya.

Lebih lanjut, Jufri menegaskan, keberdaan BUMDes tersebut tidak hanya bertujuan profit oriented, akan tetapi social oriented yang lebih dikedepankan. Artinya di samping menjalakan kegiatan usahaa, sisi sosial kemasyarakatan secara otomatis dapat diutamakan.

Baca juga  RSUD Sampang Jadi Bulan-bulanan Bupati-Wabup

Semisal, kegiatan usaha yang bergerak di bidang pengelolaan air bersih, yakni di desa Noreh Kecamatan Sreseh dan Desa Tapaan Kecamatan Banyuates Sampang.

“Orentasi BUMDes ini tidak hanya keuntungan atau laba semata. Namun lebih menekankan kepada dampak sosial kepada masyarakat, sehingga secara otomatis untuk BUMDes yang sudah maju, berdampak terhadap perekonomian masyarakat, sementara yang belum maju perlu penyertaan modal,”tandasnya. (sub/pai)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan