Kontrol Harga Garam Tingkat Petambak Lemah

  • Whatsapp
BUTUH PERHATIAN: Petambak garam di Pamekasan mengais kristal putih di tambak garam Kecamatan Pademawu.

Kabarmadura.id – Komoditas garam masih menjadi harapan besar bagi para petambak di Kabupaten Pamekasan. Meski beberapa kali mengalami pasang surut, industri garam masih memiliki daya pikat terhadap pengusaha.

Oknum perusahaan terus bermain untuk menjatuhkan harga garam petambak di lapangan. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno, Senin (1/10).

Menurutnya, pemerintah harus hadir untuk mendorong industri garam yang berkeadilan. Petambak mesti diberi perhatian khusus, agar mereka tidak selalu menjadi korban oknum pengusaha garam.

Sebab persoalan selama ini, kata Harun, sering mengakibatkan harga garam petambak merosot. Kondisi tersebut harus ditelaah secara akademik sebagai referensi dalam menentukan kebijakan.

“Selama ini pemerintah terindikasi tidak mengawasi dengan serius harga garam di tingkat petambak. Pemerintah hanya mengontrol harga di tingkat pabrik, tanpa mengetahui harga sesungguhnya di kalangan petambak,” keluhnya.

Politisi PKS itu meminta agar pemerintah tidak berpangku tangan dengan kondisi petambak garam di lapangan. Dia meminta agar pemkab juga bergerak membantu petani garam yang selama ini sering menjadi korban oknum pengusaha.

“Pemkab jangan diam saja! Setidaknya turunlah ke lapangan, lihat kondisi petambak garam seperti apa,” pintanya.

Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan Raja’e berjanji akan melakukan telaah terhadap pengembangan industri garam. Menurutnya setiap persoalan yang menjadi keluh kesah petambak garam akan diinventarisir untuk dicarikan solusi bersama.

Raja’e mengaku belum mendapat data riil persoalan garam di Pamekasan. Namun pihaknya akan melakukan kajian terhadap pangkal persoalan yang membuat harga garam selalu anjlok.

“Semuanya akan kami kaji dulu. Karena sampai saat ini kami belum mendapat laporan riil kondisi pegaraman disini,” janjinya.

Ke depan, lanjut Raja’e, pihaknya akan hadir di tengah petambak garam, guna mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas garam. Selain itu, menjembatani kepentingan petambak garam, agar harga jual garam lebih baik dan tidak dimonopoli oleh perusahaan. (pin/ito/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *