Kontrol Mamin Ilegal di Bangkalan hanya Dipasrahkan ke Pedagang

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Dalam mengawasi peredaran rokok ilegal dan minuman dan makanan (mamin) ilegal, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Bangkalan tidak langsung mengeksekusi sendiri.

Pengawasan mamin dan rokok ilegal itu hanya dipasrahkan ke koperasi dan usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) di bawah binaannya.

Bacaan Lainnya

Sementara, dari sebagian pedagang mikro itulah, banyak ditemukan praktik penjualan rokok dan mamin ilegal.

Beberapa pekan sebelumnya, ratusan bungkus rokok dan mamin ilegal dirampas dari toko kelontong dan minimarket yang dikelola pedagang UMKM.

Kepala Diskop UM Bangkalan Iskandar Ahadiyat beralasan, pengawasan  tidak dilakukan secara langsung lantaran banyak pengusaha yang berada di bawah naungan Diskop UM Bangkalan.

Sehingga menurut lelaki yang akrab disapa Yayat itu, pengawasan yang dilakukan memang belum masif. Dia berdalih,  dana operasional pengawasan terbatas.

“Ada sekitar 400 lebih pengusaha mikro. Tentu kalau kami sosialisasikan satu-satu tidak akan cukup,” tuturnya.

Dana pengawasan yang diambil dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tersebut, hanya digunakan untuk melakukan sosialisasi terpusat pada koperasi. Sebab menurutnya, cara tersebut dirasa lebih efisien dan targetnya meluas.

“Setiap koperasi ini kan biasanya punya banyak usaha mikro yang ada di bawah naungannya. Nah, ini nanti yang akan jadi tugas koperasi,” ulasnya.

Bahkan, untuk mendapatkan hasil pengawasan itu, Diskop UM Bangkalan sekedr meminta laporan dari setiap koperasi binaannya. Yakni laporan mengenai produk ilegal yang dijual pedagang.

“Kalau memang ada rokok ilegal yang dijual, silakan laporkan ke kami,” pintanya.

Ia juga mengakui, bahwa peredaran makanan, minuman dan rokok ilegal sulit dihentikan. Seperti halnya permen ilegal yang ditemukan di Kecamatan Burneh tiga pekan lalu.

“Ini juga menjadi evaluasi kami, karena memang tidak semua toko atau koperasi dapat dijangkau,” pungkasnya.

 

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *