Koordinator Pustu di Desa Pandan Sampang Dijabat Tenaga Honda

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JANGGAL: Penempatan jabatan di Pustu Pandan, Jrangoan Sampang menyalahi ketentuan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Sistem penempatan pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang cukup menuai respon tidak sedap. Sebab, diduga kuat penempatan pejabat di puskesmas pembantu (pustu), Desa Pandan menyalahi aturan.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, Koordinator Pustu Desa Pandan, Jrangoan Sampang dijabat tenaga honorer. Semestinya, dijabat salah satu pegawai negeri sipil (PNS). Kondisi itu menjadi perbincangan di lingkungan dinkes.

Setelah ditelusuri, koordinator pustu Desa Pandan memang dijabat tenaga honor daerah (honda) atas nama Subhan. “Memang benar dia masih honorer. Tapi dipercaya menjadi koordinator. Sehingga sempat ramai,” ujar salah satu pegawai di internal Dinkes Sampang AD (Inisial), Senin (11/10/2021).

Menurutnya, secara regulasi mestinya koordinator dijabat oleh PNS. Sebab pustu juga banyak melayani pasien. Berbeda dengan bidan desa yang bisa saja ditempati oleh tenaga honorer. Bukan hanya persoalan status PNS atau honda, namun yang bersangkutan duduga belum berpengalaman di bidang kesehatan.

“Beberapa kali ada kendala, koordinator sering salah menyelesaikan. Sepertinya penunjukan itu tidak berdasarkan kompetensi. Tapi karena masalah kedekatan dengan salah satu pegawai Dinkes. Sehingga terkesan dipaksakan diangkat sebagai koordinator,” paparnya.

Sementara itu, Staf di Dinkes Sampang, Ahmad Zuaidi membenarkan jika status Koordinator Pustu atas nama Subhan berstatus pegawai honda. Hanya saja pihaknya tidak mengetahui proses pengangkatan terhadap Subhan.

“Penempatan koordinator pustu ini ditunjuk langsung oleh kepala puskesmas setempat. Dinas tidak bisa intervensi soal itu,” tegasnya.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *