Koperasi Abal-Abal di Sumenep Akan Ditelantarkan

  • Whatsapp
Banyak koperasi di Pamekasan terdeteksi seperti siluman, terdata namun tidak pernah gelar RAT.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) akan mengabaikan koperasi-koperasi yang tidak berintegritas atau tidak aktif dalam menjalankan roda koperasi. Namun untuk sementara ini, keberadaannya masih didata, untuk mengetahui koperasi di mana dan apa saja koperasi abal-abal tersebut.

“Biasanya mereka hanyalah rentenir yang berkedok koperasi, biar tidak dikatakan rentenir membuat koperasi,” ungkap Kepala Diskop UM Fajar Rahman saat ditemui di kantornya, Selasa (2/7).

Dosen Fakultas Ekonomi Unversitas Wiraraja Sumenep tersebut menambahkan, pihaknya akan memetakan lebih lanjut berbegai koperasi yang berada di bawah lindungan instansinya, koperasi syariah, koperasi pertanian, koperasi nelayan, dan sebagainya, untuk mengetahui lebih lanjut dan apa konstribusi koperasi itu bagi para anggotanya.

Apabila di kemudian hari ada koperasi yang terdatanya tidak rasional konstribusi dan bentuknya, seperti tidak ada pengurusnya, tidak ada keseimbangan sirkulasi keuangan antara peminjam dan donatur, maka akan direkomendasikan untuk dibubarkan. Sebab, ungkap Fajar, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk membubarkan sebuah koperasi.

Lebih lanjut mantan kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sumenep tersebut menambahkan, ia akan mewajibkan kepada seluruh koperasi memiliki nomor induk koperasi (NIK). Terkait administrasi koperasi nantinya, seperti apabila ada bantuan, bagi yang tidak punya NIK akan dibiarkan begitu saja, tidak akan mendapatkan bantuan atau suplai dana.

Dari seluruh koperasi yang ada sampai ini, kepala dinas asal Desa Banagung tersebut mengungkapkan, hanya ada enam persen koperasi yang memiliki NIK. Ia menilai, kepala dinas yang dahulu mengedepankan kuantitas koperasi, sehingga banyak mendirikan koperasi.

Saat ini, pihaknya tidak demikian, akan meningkatkan kualitas koperasi untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Baginya, koperasi adalah salah satu solusi bagus dalam mengembangkan dan mengelola keuangan masyarakat. (mad/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *