Korban Meninggal KM Santika Nusantara Tidak Dapat Santunan Pemkab

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP-Para korban KM Santika Nusantara rute Surabaya-Balikpapan yang terbakar di Perairan Masalembu, Sumenep, Jumat (23/8) tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd Rahman Riadi menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan bantuan kepada para korban karena di antara korban yang meninggal tidak ada yang dari Sumenep. Sedangkan untuk korban yang luka-luka mendapatkan penanganan dan jaminan tersendiri.

“Kalau yang luka-luka, itu dijamin oleh Jasa Raharja, asuransi dari Jasa Raharja,” ungkap Rahman, Senin (2/9).

Rahman menjelaskan lebih jauh, tiga korban yang meninggal dunia itu akan dibantu oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Tiga korban meninggal tersebut adalah Asfani, Bekti Tristyanto, dan satunya lagi tidak diketahui identitasnya.

Berdasarkan press release Humas Polres Sumenep pada hari Minggu, 24 Agustus, pukul 12.32 WIB, korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 301 orang. Korban dievakuasi ke Pelabuhan Masalembu sebanyak 53 orang, ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebayak 87 orang, dan ke Pelabuhan Kalianget sebanyak 161 orang yang terdiri dari 151 orang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 balita. L‍alu, pada hari yang sama, datang lima korban kapal tenggelam yang ditolong oleh seorang nelayan, dibawa ke Puskesmas Masalembu untuk dirawat.

Personel yang dilibatkan dalam evakuasi korban KM Santika Nusantara sebanyak 230 personel: Polres Sumenep 88 orang, Kodim 6 orang, Basarnas 4 orang, BPBD 11 orang, Dinkes 6 orang, Supir Ambulance/kru 63 orang, KPLP 14 orang, Kamla 1 orang, PT Garam 15 orang, Dinsos 3 orang, Tagana 10 orang, Dishub 7 orang, dan Jasa Raharja 2 orang. (mad/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *