Korban Penganiayaan Curigai Barang Bukti Lenyap di Kantor Polisi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) RAWAN: Laporan kasus penganiayaan oleh korbannya berinisial MS dicurigai sengaja dihentikan tanpa proses.

KABARRMADURA.ID, SAMPANG-Warga Desa Pangarengan, Kecamatan Torjun, Sampang melaporkan kasus penganiayaan ke Mapolsek Torjun. Namun, kasus itu mengarah untuk dihentikan tanpa mediasi oleh polisi.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, beberapa waktu lalu, warga atas nama MA dilaporkan atas kasus penganiayaan oleh korbannya berinisial MS. Polisi setempat memproses laporan dengan bukti laporan yang sudah dilakukan oleh korban.

Bacaan Lainnya

Pada laporan itu, korban sudah menunjukkan bukti visum. Namun, hasil visum yang dikeluarkan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Torjun terbit tiga hari kemudian. Hasilnya, terdapat tanda memar pada pipi dan paha korban. Termasuk adanya cedera pada kaki yang dialami korban.

Visum diminta oleh polisi pada 12 Januari 2021 dan hasilnya langsung diserahkan ke polisi setelah keluar dari puskesmas pada 15 Januari 2021. Namun, sayangnya polisi justru mengaku belum mengantongi hasil visum.

“Kasus ini sepertinya mau dihentikan. Tanggal penyerahan hasil visum sudah jelas. Tapi polisi masih menunggu hasil visum,” kata salah satu keluarga korban.

Dikatakan bahwa hasil visum langsung diserahkan. Bukti itu langsung diantar ke Mapolsek Torjun setelah terbit dari puskesmas.

“Polisi sepertinya mau menghilangkan kasus ini. Dengan dasar tidak ada hasil visum,” ucapnya.

Kapolsek Torjun, Iptu Heriyanto membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh MS (terlapor) kepada MA (pelapor). Pihaknya memastikan kasus itu tetap dilanjutkan.

“Kasus sedang kami proses sampai sekarang,” katanya.

Anehnya, Iptu Heriyanto justru mengaku ada salah satu bukti masih belum dikantongi. Sejauh ini, barang bukti yang diamankan hanya pakaian yang robek. Sementara hasil visum diakuinya masih belum diterima oleh polisi.

“Prosesnya menunggu hasil visum. Sampai saat ini kami belum menerima. Sebab belum keluar dari pihak medis,” ucapnya. (man/waw)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *