Kormi Bangkalan Batasi Perlombaan Jemparingan Tingkat Nasional

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) PRESTASI: Para atlet sedang berlatih jemparingan di lapangan panahan, Kelurahan Bancaran, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN –Festival panahan tradisional Indonesia yang diadakan oleh Kormi Pusat direncanakan akan digelar pada Agustus 2021. Tetapi pelaksanaannya dilakukan secara virtual. Termasuk juga ada pembatasan untuk jumlah atlet yang diikutkan di masing-masing daerah.

Pendiri Paguyuban Jemparingan Songso Sukmo R. Muhammad Bin Rachmad mengutarakan, jumlah atlet yang yang dipastikan ikut pada kejuaraan tingkat nasional itu ada 15 orang.

Mereka akan menjadi kontingen yang menjadi perwakilan dari Kabupaten Bangkalan. Tetapi belasan atlet yang terpilih tersebut belum tentu mengikuti perlombaan.

”Semalam ada pemberitahuan ada pembatasan peserta tiap daerah. Itu untuk menghindari kerumunan pada waktu pengambilan video. Arahannya, melakukan pembatasan jumlah atlet yang akan diikutkan,” katanya.

Pihaknya mengatakan, jumlah pastinya terkait perwakilan atlet yang akan ditandingkan belum diketahui secara pasti.

”Pergantian dan jumlah peserta menunggu petunjuk dan teknis (juknis) resminya,” singkatnya.

Atlet yang sudah dipersiapkan bisa mengalami pergantian jika ditemui persoalan. Kejuaraan tingkat nasional itu juga tidak digelar secara langsung. Tetapi untuk perlombaannya menggunakan media pengiriman video.

Nanntinya perlombaan tersebut dibagi dalam 10 sampai 15 babak.

“Setiap babak berdurasi 2 menit,l. Validitasnya nanti juga akan diketahui,” ulasnya.

Jika tidak ada perubahan, festival panahan tradisional Indonesia ini akan digelar pada 7 Agustus mendatang.

”Agar bisa dapat juara, atlet harus fokus, jaga konsentrasi, dan jaga stamina. Poin terpenting adalah kejujuran saat pertandingan,” ujarnya.

Sementara menjelang perlombaan yang mulai menghitung hari, dirinya meminta atlet agar lebih fokus melatih ketenangan, sehingga bisa bermain dan berlatih secara santai tapi tetap fokus.

“Saya ingin mereka terbiasa, apalagi nanti dilalukannya di lapangan sendiri,” harapnya.

Sementara salah satu atlet Jemparingan UTM Achmad Junaidi berharap mengikuti perlombaan itu tidak hanya berasal dari komunitas panahan tradisional ini.

”Kalau bisa informasi pendaftaran dan persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti perlombaan ini bisa disebarluaskan secara massif,” pungkasnya. (hel/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *