Korwil dan Kepsek Dua SDN di Burneh Bangkalan Langgar Aturan Tehknik Daring

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) SIDAK: Salah satu anggota Dewan Pendidikan (DP) Bangkalan saat melakukan survei pembelajaran daring di Sekolah Dasar Negeri (SDN Alas Kembang 2 Burneh Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Keoptimalan pendidikan di Kabupaten Bangkalan, belum sepenuhnya berjalan mulus. Apalagi, di masa pandemi Covid-19. Bahkan, hingga saat ini terdapat dua sekolah dasar (SD) yang sama sekali tidak menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring.

Temuan tersebut, hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Dewan Pendidikan (DP) Zona Dua Bangkalan. Dengan demikian, temuan tersebut akan dijadikan sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja koordinator wilayah (korwil), kepala sekolah (kepsek) dan guru di Kecamatan Burneh.

“Ini akan menjadi perhatian kami, karena di hari aktif malah tidak ada di sekolah. Terutama di SDN Alas Kembang 2 dan SDN Benangkah 2 Kecamatan Burneh. Kedua SDN ini, terlihat sepi tanpa adanya kegiatan pendidikan,” ujar anggota DP Bangkalan Zona Dua Suhul Anam, Minggu (29/8/2021).

Pihaknya berjanji, akan memberikan rekomendasi untuk mutasi korwil, pengawas dan kepsek di dua sekolah tersebut.Sebab, sesuai aturan teknis pembelajaran daring sudah ditentukan. Yakni, kepsek dan guru harus aktif masuk sekolah, meski KBM dilakukan secara online.

“Kasian siswanya, kasian sekolahnya, siswanya banyak, tapi tidak becus ngurus sekolahnya. Ini malah guru dan kepseknya sama-sama tidak ada,” keslanya.

Dia mengaku, sudah dua kali melakukan inspeksi serupa. Pertama, di SDN Alas Kembang 2 pada Rabu (18/8) kemudian pada Sabtu (28/8) dan keduanya sama sama mendapatkan hasil mengecewakan. “Yang lebih mengecewakan lagi, saat saya tanya korwilnya, dia malah tidak tahu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Bangkalan Dewi Eka menyampaikan, temuan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi. Namun sebelum itu, akan melakukan koordinasi dan mencari tahu alasan tentang nihilnya kegiatan di sekolah. “Kami akan cari tahu dulu apa alasannya, baru nanti bisa ditentukan langkah selanjutnya,” responnya.

Sedangkan untuk rekomendasi mutasi, masih akan menjadi bahan pertimbangan. Jika memang terbukti melanggar, maka sudah bisa menjadi dasar untuk melakukan mutasi.. “Untuk kemajuan pendidikan, kami juga akan usahakan yang terbaik. Makanya, perlu tindaklanjut yang maksimal demi kejelasan temuan ini,” tegasnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *