oleh

KPAI Bangkalan Minta Polisi Usut Tuntas Kekerasan Seksual Anak

Kabarmadura.id/SAMPANG – Riadi Suber, 37, warga Dusun Pale Tengah, Desa Karang Nangger, Kecamatan Omben, Sampang harus mendekam dibalik jeruji besi. Laki-laki paruh baya itu diringkus korps baret coklat setelah terungkap menyetubuhi anak tirinya hingga dua puluh lima kami.

Pelaku diringkus di rumahnya sendiri. Itu setelah polisi mengantongi saksi dan bukti perbuatan tersangka kepada korban. Dengan tega pelaku melampiaskan nafsu terlarangnya kepada anak tirinya sendiri berkali-kali.

Kasus ini mendapatkan perhatian serius dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Sampang. Polisi diminta mengusut tuntas pelaku ditindak seadil-adilnya. Sehingga tidak ada lagi korban seperti yang dialami inisial SL yang masih berusia 9 tahun.

Diketahui Riadi Suber tinggal satu rumah dengan istrinya. Termasuk juga dengan korban. Namun bertambahnya usia korban membuat pelaku gelap mata hingga kasus itu terungkap dan ditangani Polres Sampang.

”Sejak tahun lalu pelaku mulai melakukan persetubuhan. Bahkan sampai terakhir kali dari hasil penyelidikan kami terungkap sebanyak 25 kali,” ungkap Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz.

Diungkapkan, jika pelaku selalu mengancam korban jika menolak disetubuhi. Foto telanjang korban akan disebarkan jika nafsunya tidak dilayani. Akibatnya korban terpaksa melayani nafsu bejat ayah tirinya hingga berkali-kali.

Akibat perbuatannya, tersangka diancam pasal Pasal 81 Subs Pasal 82 Undang Undang RI No.17 tahun 2016 tentang Penerapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang Undang No.1 tahun 2016 tentang perubahan ke dua atas Undang Undang  Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman penjara selama 15 tahun kurungan.

Ketua Komite Anak Sampang, Untung Rifai meminta agar polisi menindak tegas. Hukum pelaku seberat – beratnya. Sebab kekerasan seksual terhadap anak adalah tindakan paling berbahaya.

”Kekerasan seksual kepada anak seperti monster yang sangat menakutkan, sehingga kami meminta pelaku dihukum seberat-beratnya,” ucapnya.

Dia meminta semua pihak ikut mengawal kasus ini. Sebab kasus kekerasan seksual sering terjadi di Kabupaten Sampang. Selain itu, harus segera dilakukan terapi kepada korban. Sebab jika tidak akan mengancam psikologisnya. Apalagi perbuatan kekerasan dialaminya berkali-kali.

”Saya siap melakukan terapi kepada korban tanpa bayaran. Selama ini saya tidak meminta bayaran. Anak itu harus segera diterapi,” katanya. (KM54/mam)

 

Komentar

News Feed