KPM BLT DD di Sumenep Tidak Wajib Vaksin

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) PROSESI: Menjadi persyaratan bansos yakni pelaksanaan vaksinasi.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Demi percepatan realisasi bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep tetap melangsungkan penyaluran bantuan meski tanpa proses vaksinasi.

Kepala DPMD Sumenep M Ramli menyampaikan, BLT DD berbeda dengan bantuan sosial (bansos) lainnya,  yang mengharuskan atau menjadi syarat keluarga penerima manfaat (KPM) harus divaksin terlebih dahulu.

Bacaan Lainnya

“Tetapi saya katakan ini khusus BLT DD karena memang kondisinya harus disegerakan untuk proses pencairannya, yang terpenting realisasinya di bawah sesuai protokol kesehatan,” kata Ramli.

Menurut mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep itu, realisasi BLD DD menjadi pengecualian, sebab dalam regulasinya menjadi persyaratan cairnya bansos harus divaksin.

“Kebijakan untuk bansos lain harus divaksin, tetapi untuk BLT DD kan demi percepatan,” tegasnya.

Sementara untuk layanan pencairan bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) tetap mensyaratkan harus menyertakan sertifikat vaksin. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Moh Iksan.

Menurutnya, pihaknya tetap bersikukuh pada peraturan presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2021 Pasal 13 a poin ke 4, bahwa seluruh penerima bantuan sosial harus divaksin. Hal itu sebagai syarat mendapatkan prioritas atau diutamakan mendapatkan bantuan.

“Acuan kami bukan menteri tetapi presiden. Sudah jelas dalam aturan itu bahwa seluruh penerima harus vaksin, yang tidak ditunda dulu pencairannya,” papar dia. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *