KPM IAIN Madura, Hadirkan Inovasi Pengolahan Singkong

  • Whatsapp
Kenangan: Sesi Dokumentasi setelah pelatihan workshop pemanfaatan singkong bersama Bapak Tabrani dan Ibu Sulaiha, warga Desa Sentol.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Dalam upaya mewujudkan kemandirian desa, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 2019 IAIN Madura Posko 130 Desa Sentol, Pamekasan, mengadakan workshop bertajuk “Pemanfaatan Singkong Menjadi Bahan Olahan dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Sentol.”

Pelatihan: Posko 130 KPM IAIN Madura saat sedang memaparkan cara pembuatan nugget menggunakan bahan dasar ikan laut.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di balai Desa Sentol, Sabtu (27/7) pukul 15.00 WIB. Sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat Sentol dan sekitar 30 anggota TP PKK.
Workshop itu disampaikan oleh Moh. Subhan selaku pemateri, yang juga kordinator Divisi Pemberdayaan Masyarakat KPM IAIN Madura Posko 130 dan dibantu oleh Nurul Qomariyah, Purwati dan Nur Hasanah, anggota Posko 130.

Setelah melakukan survei, mengamati sumber daya alam yang potensial untuk dikelola agar menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi, maka Subhan mengangkat hasil tanaman singkong sebagai bahan utama.

Pertimbangan itu karena sebagian masyarakat di Dusun Sompor Desa Sentol bertani singkong. Dengan demikian, singkong merupakan potensi lokal yang layak dikembangkan. Subhan kemudian mengenalkan produk olahan baru bernama tepung mocaf.

Materi yang disajikan sore itu tidak hanya seputar singkong saja, melainkan juga materi pembuatan nugget menggunakan bahan dasar ikan laut. Pertimbangan materi kedua ini dikarenakan tidak semua masyarakat bertani singkong. Sehingga hadirnya olahan nugget dari Ikan laut menjadi alternatif baru untuk mengembangkan kesejahteraan masyarakat.

Acara yang dilaksanakan di balai kantor Desa Sentol itu disambut antusias oleh seluruh peserta. Mohammad Fadlurrohman selaku Kordinator Desa (kordes) KPM IAIN Madura Posko 130, berharap kegiatan ini dapat menjembatani masyarakat Sentol untuk mengembangkan hasil tani agar memajukan ekonomi masyarakat setempat.

Selain melaksanakan workshop, mahasiswa KPM IAIN Madura melakukan serah terima surat izin usaha yang telah disahkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan, sebagai bentuk dukungan dan harapan agar bagaimana masyarakat Sentol betul-betul termotivasi untuk memajukan desanya.

Inisiatif yang dilakukan oleh KPM IAIN Madura Posko 130 itu tidak hanya berhenti di pembuatan secara teknis saja. Peserta workshop itu juga diajarkan pola pemasaran yang lebih maju daripada pola pemasaran sebelumnya. Pemasaran yang lebih maju dimaksud adalah dengan memanfaatkan penjualan secara online, memberikan label dan dibungkus ke dalam kemasan unik.

 

Penulis : Moh Faiq
Mahasiswa IAIN Madura
Program Studi Tadris IPS – Anggota KPM IAIN Madura Posko 130
Redaktur: Paisun

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *