oleh

KPU dan Bawaslu Sumenep Komitmen Terapkan Prokes dalam Pelaksanaan Pilkada 

KABARMADURA.ID, Sumenep -Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Pelaksanaan di tengah wabah Covid-19 dinilai lebih berat. Hal tersebut diakui, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Rahbini, Senin (09/11/2020).

Menurutnya petugas pelaksana tidak sebatas mengurusi pelaksanaan pilkada. Akan tetapi, juga memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Tahapan itu dilakukan mulai dari pendaftaran pasangan calon (paslon) hingga penentuan nomor urut.

“Sudah dipastikan dilaksanakan dengan memperhatikan prokes. Begitu juga dengan debat kandidat yang akan digelar tiga kali ke depan mulai, Selasa (hari ini red),” ujarnya.

Lebih lanjut, Rahbini menjelaskan, pelaksanaan dengan prokes bisa menjadi pertimbangan yang matang, terutama untuk menggelar pemungutan suara dengan prokes pada hari pelaksanaan. “Kami sudah melakukan dengan prokes yang sudah diatur,” ucapnya.

Pihaknya membeberkan, terkait mekanisme pencoblosan.  Menurutnya, perbedaan yang disebabkan prokes yaitu, penyelenggara akan melakukan penyemprotan di tempat pemungutan suara (TPS), serta akan dipastikan dengan rapid test sebelum hari pelaksanaan.

Selain itu, pemilih wajib datang ke TPS dengan menggunakan masker. Mereka akan dicek suhu terlebih dahulu. Ketika suhu tubuh melebihi standar, akan diarahkan ke bilik khusus.

Berbeda dengan pemilih yang suhu tubuh tidak melebihi standar, akan dibiarkan masuk untuk mendaftar, serta akan diberikan sarung tangan untuk mencoblos di bilik. “Kami akan sediakan 50 persen masker dari jumlah pemilih,” sebutnya.

Di samping itu, Rahbini mengaku, akan menyambangi bagi pemilih yang terinfeksi Covid-19, dengan menugaskan petugas yang sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Kami pastikan yang terinfeksi Covid-19 tetap menyalurkan hak suaranya dan pasien yang sakit lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep Abd Rahem berjanji akan mengawasi penyelenggaraan pilkada dengan menerapkan prokes. Bahkan, akan memberikan teguran terhadap pemilih ataupun petugas yang tidak mengindahkan prokes.

“Bukan hanya dari penyelenggara seperti kami (Bawaslu dan KPU red), tapi masyarakat juga harus aktif mengawasi ini semua,” tutup Rahem. (idy/ito)

Komentar

News Feed