KPU Pamekasan Hanya Terkait 3 Gugatan

  • Whatsapp
BONGKAR: KPU disaksikan bawaslu dan aparat kepolisian sedang membuka kotak surat suara.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Setelah terdaftarnya lima partai politik (parpol) di buku registrasi perkara konstitusi (BRPK) Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan membuka kotak suara untuk mempersiapkan alat bukti sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).

Rencananya, PHPU itu akan disidangkan pada 9 Juli mendatang. Namun, KPU hanya membuka kotak suara yang terkait dengan tiga dari 5 gugatan yang terigister. PHPU yang masuk BRPK MK itu, yakni dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Berkarya dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketua KPU Pamekasan Mohammad Halili menyampaikan, kotak suara yang dibuka adalah di Tempat Pemungutan Surat (TPS) 25 Desa Kadur. Dokumen yang dibutuhkan dari Daerah Pemilihan Pamekasan IV itu adalah salinan dari daftar pemilih tetap (DPT) dan model C1.

Kedua, kotak suara di TPS semua desa di Kecamatan Pegantenan untuk pemilihan anggota DPR RI. Dokumen yang dibukan antara lain formulir model DA dan DAA. Ketiga, adalah mengambil form model C1 Kelurahan Barkot dan Kelurahan Bugih untuk pemiliha  anggota DPRD Pamekasan.

“Penyiapan dokumen terkait barang bukti itu dilakukan setelah mendapatkan surat dari KPU RI bernomor 984/PY.01.1/03/KPU/VII/2019,” kata Halili.

Level lima gugatan yang terdaftar di BRPK MK bervariasi. Antara lain terkait sengketa yang diajukan PPP, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Berkarya dan PKB.

Mengenai PHPU dari PPP, terkait perselisihan antarsesama caleg PPP di Dapil Pamekasan IV. Dalam pokok perkaranya, dinyatakan bahwa dari dokumen C1 seluruh Kecamatan Kadur, terdapat dua TPS di Kadur yang mendata pemilih yang tidak hadir namun ikut mencoblos.

Selain C1, buktinya dikuatkan dari keterangan kepala desa di dua TPS tersebut, bahwa mereka telah meninggal dunia, merantau dan data ganda.

Kemudian terkait dugaan hilangnya 44 suara Partai Golongan Karya (Golkar) di Dapil Pamekasan I. Hal itu berakibat pada hilangnya satu kursi yang seharusnya diperoleh, akibatnya, Partai Golkar hanya mendapat satu dari dua kursi yang seharusnya diperoleh.

PHPU berikutnya adalah dari Partai Gerindra tentang hasil perolehan suara caleg DPR RI Dapil Jatim XI atas nama Nizar Zahro di Kecamatan Pegantenan. Berdasarkan surat permohonan yang dilayangkan ke MK, Nizar Zahro kehilangan suara hingga 2.797. Sebab dari form DA1 tertera 16.228 suara, ketika proses rakap di kabupaten atau berdasar DB1, menjadi 13.43i suara.

Selanjutnya PHPU yang diajukan Partai Berkarya terkait pemilu legislatif tingkat DPR RI. Kemudian PHPU yang dimohonkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terkait caleg DPR RI atas nama Zaini Rahman dan caleg DPRD Jawa Timur atas nama Nur Faizin.

Sengketa itu terkait dugaan bergesernya perolehan suaranya ke parpol lain. Namun dalam surat permohonan PHPU yang diajukan ke MK, lokasi yang disengketakan lebih fokus di Kabupaten Bangkalan dan Sampang. (km47/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *