KPU Sampang Siapkan Bukti atas Gugatan PKB dan Golkar

  • Whatsapp
Sidang MK Selesai, KPU Sampang Hari Ini Tetapkan Caleg Terpilih
SIAPKAN BUKTI: KPU Sampang melakukan pembukaan sejumlah kotak suara pemilu untuk mempersiapkan bukti dalam persidangan dua sengketa pemilu di MK.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang mengungkapkan, dua permohonan penyelesaian perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pada pemilihan legislatif di Sampang, resmi teregister di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 1 Juli 2019.

Atas terdaftarnya permohonan sengketa pemilu tersebut, membuat KPU Sampang harus mempersiapkan materi dan bukti untuk menghadapi gugatan di MK. Salah satunya dengan membuka kembali sejumlah kotak suara di gudang logistik pemilu di Jalan Makboel Sampang.

Pembukaan kotak suara pemilu itu, dihadiri oleh para perwakilan partai politik peserta pemilu, Bawaslu Sampang, dan pihak pihak keamanan dari Polres Sampang.

Ketua KPU Sampang, Addy Imansyah mengaku sudah  mempersiapakan sejumlah bukti kelengkapan berkas yang diambil dari kotak suara itui, antara lain form DAA 1, C1 dan sejumlah alat bukti pendukung lainnya.

Namun, agenda sidang perdana sengketa pileg di MK, hingga kini belum ditentukan. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan KPU RI. Diperkirakan, panggilan perdana pada 9 Juli mendatang.

“Sebenaranya, Kami sudah menyiapkan bahan dan alat bukti mulai jauh-jauh hari, dan pada hari ini kita membuka sejumlah kotak suara untuk persiapan menghadapi sidang di MK nanti,”ucap pria asal Kecamatan Sreseh itu.

Sementara itu, Komisioner KPU Sampang Divisi Hukum dan Pengawasan Syamsul Arifin mengatakan, dua perkara pemilu yang teregister oleh MK,  terkait selisih perolehan suara pada pemilihan legislatif tingkat kabupaten dan provinsi. Untuk pileg tingkat kabupaten, dari Partai Golkar dan untuk Provinsi Jatim yaitu dari caleg dari PKB dengan wilayah Kecamatan Kedungdung yang dipermasalahkan.

Dikonfimasi secara terpisah, Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sampang Sahid mengatakan, pihaknya sudah melimpahkan sepenuhnya kepada DPP Partai Golkar untuk menghadapi sidang gugatan di MK, pengacara sudah dipersiapkan oleh tim DPP.

Pihaknya berharap, MK mengabulkan untuk dilakukan penghitungan ulang oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Ombul dan Desa Pajeruan, karena dalam proses penghitungan yang dilakukan tingkat PPK setempat, terjadi ketidaksamaan antara perolehan suara DPRD Sampang yang dibaca untuk mengisi model DA 1 DPRD Kabupaten Sampang.

Hal itu, tidak mengacu pada perolehan suara berdasarkan C1 yang ada di setiap saksi sehingga yang ditulis dalam model DA 1, berbeda dengan perolehan suara partai yang tercantum dalam model C1 yang dimiliki saksi dari partai.

Alhasil, parolehan suara Partai Golkar untuk DPRD Sampang di Dapil III berkurang 676 suara di Desa Ombul dan 552 suara di Desa Pajeruan. Sehingga total perolehan suara menjadi 11.083, atau menempati rangking delapan di Dapil 3, sedangkan perolehan suara yang tercatat di C-1 saksi sebanyak 12.311 suara.

“Kami sudah mempersiapkan semua kebutuhan dari awal, semua bukti sudah dikoordinasikan dengan pusat, dan kami harap MK dapat memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya,”singkatnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *