oleh

KPU Sumenep Launching Pilbup 2020

Kabarmadura.id/Sumenep-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep melaunching Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sumenep tahun 2020 di Desa Kecamatan Kalianget, Sabtu/Malam Minggu (18/1).

Launching Pilbup Sumenep 2020 yang menghadirkan kesenian Ludruk Rukun Karya itu, dibanjiri masyarakat. Hal itu menjadi awal sosialisasi pilbup yang luar biasa, sehingga kehadiran pemilih pada pilbup yang akan digelar 23 September 2020 mendatang sesuai harapan.

Launching Pilbup Sumenep 2020 dihadiri langsung oleh Ketua KPU Jawa Timur Khairul Anam bersama komisioner lainnya, Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi, komisioner Bawalsu Jawa Timur. Sejumlah ketua dan anggota KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur juga ikut menyaksikan kemeriahan launching.

Ketua KPU Sumenep A. Warits menyampaikan, suksesnya launching yang sangat luar biasa itu, karena dukungan sejumlah pihak, seperti Pemkab Sumenep, Sekretariat KPU Sumenep, dukungan dan doa para ulama serta tokoh masyarakat, termasuk juga dukungan keamanan dari TNI-Polri.

Dikatakan, launching Pilbup Sumenep 2020 ingin menegaskan kepada semua pihak, bahwa KPU Sumenep sudah siap melaksanakan pesta demokrasi lima tahunan Sumenep untuk memilih pemimpinnya secara langsung.

“Kami berharap pilbup berjalan sukses dan menghasilkan pemimpin yang diharapkan semua pihak,” ujarnya.

Warits mengingatakan masyarakat, para calon dan tim suksesnya, serta semua pihak supaya tidak melakukan politik uang yang sudah sangat jelas mencederai demokrasi.

“Jangan sampai ada politik uang dan praktik lainnya yang mencederai demokrasi. Namun saya percaya, bahwa masyarakat Sumenep sudah cerdas dan tidak akan melakukan politik uang,” tuturnya.

Wabup Sumenep Achmad Fauzi yang hadir langsung menyampaikan, jika Pemkab Sumenep mendukung pelaksanaan Pilbup Sumenep 2020 dan turut serta mensukseskan.

Diakuinya, jika melaksanakan pemilu merupakan pekerjaan berat. Apalagi, Sumenep merupakan kabupaten yang terdiri dari daratan dan kepulauan. Namun pihaknya optimis, KPU Sumenep akan mampu melaksanakan pilbup dengan baik dan sukses.

Momen launching yang dinilainya luar biasa itu, sebab akan menjadi nilai lebih tersendiri karena sekaligus menjadi sosialisasi Pilbup Sumenep 2020 kepada masyarakat Sumenep.

Kemudian, Fauzi menyampaikan data partisipasi pemilih dalam pelaksanaan tiga kali pilbup. Pada tahun 2005, partisipasi pemilih mencapai 73 persen; kemudian di tahun
2010, putaran pertama partisipasi pemilih mencapai 63 persen dan putaran kedua 54 persen; lalu pilbup di tahun 2015, partisipasi pemilih mebcapai 66,55 persen.

“Kami berharap agar partisipasi pemilih di pilbup 2020 mengalami peningkatan dibanding pilbup sebelumnya. Namun kami percaya, partisipasi pemilih di pilbup 2020 ini akan mengalami tren kenaikan, hal ini bisa dilihat giatnya KPU Sumenep melakukan sosialisasi, termasuk launching yang luar biasa ini,” paparya.

Fauzi juga mengingatkan, bahwa perbedaan pilhan supaya tidak memecah belah. Karena perbedaan itu sejatinya adalah adalah sebuah keindahan.

Sementara itu, Ketua KPU Jawa Timur Khairul Anam mengapresiasi launching Pilbup Sumenep 2020. Karena kemasannya yang luat biasa, yakni melibatkan kesenian ludruk.

“Saya agak kaget di acara launching pilbup ini, karena saya baru tahu ternyata ludruk tidak hanya ada di Surabaya, ternyata di sumenep ludruk menjadi sebuaah tontitotan dan budaya yang sangat digenari warga Sumenep,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang hadir sangat luar biasa di launching pilbup, bahkan ada masyarakat dari laur Sumenep yang datang menyaksikan.

Diakui Khairul Anam, dari 19 kabupaten/kota di Jawa Timur, launching di Sumenep paling meriah karena paling banyak dihadiri oleh masyarakat.

“Tepat mengundang ludruk sebahai kegiatan launching. Kami minta dalam kegiatan sosialisasi oleh KPU Sumenep, suapaya mengikutsrtakan budaya lokal, dan tidak hanya di dalam gedung. Upayakan banyak masyarakat yang hadir di sosialisasi,” harapnya.

Pihaknya menginginkan, pilbup 2020 di Sumenep berjalan dengan baik dalam memilih pemimpinnya, sehingga juga mrnghasilkan pemimpin yang berkualitas.

Menurutnya ada tiga hal yang harus dilakukan supaya menghasilkan pemimpin berkualitas, pertama penyelenggaranya harus berkualitas, profesional, terbuka dan transparan.

Kedua pemilihnya harus berkualiats, ketika pilbup, jangan lagi ada money politik dan yang ketiga peserta pemilu harus berkualitas baik cabup dan cawabup, serta tim sukses.

Partisipasi pemilih terakhir pada pilpres dan pileg 2019 lalu, partisipasi pemilih di Sumenep mencapai di atas 80 persen.

“Harapam kami, saat pilbup tgl 23 September tingkat partisipasi bisa semakin naik. Kami optimis tingkat paritsipasi pemilihnya meningkat,” imbuhnya.

Ia mengaprediasi kinerja KPU Sumenep, sebab hampir di setiap pemilu tidak pernah ada permasalahan. Buktinya, tidak ada gugatan. Itu membuktikan, masyarakat Sumenep sudah dewasa dan menghargai perbedaan pilihan. (ong/waw)

Komentar

News Feed