oleh

Kreasi Unik Akar Cemara, Dorong Pemuda Jadi Mandiri

Kabarmadura.id/SUMENEP– Gedebok pisang adalah bahan yang mudah ditemukan ditemukan di Madura. Namun mengupayakan gedebok pisang  layak jual dengan  sentuhan kreativitas, masih belum banyak yang menggelutinya.

Sekelompok pemuda di Kecamatan Lenteng Sumenep yang menamai diri Akar Cemara, memanfaatkan banyaknya gedebok pisang sebagai kerajinan. Mereka  ubah wujud gedebok pisang menjadi berbagai aneka kerajinan, seperti tempat puntung rokok, kaleng tabungan, tempat tisu dan berbagai furnitur penghias rumah.

Ketua Komunitas Akar Cemara Sumenep Miftahul Arifin menceritakan, saat ini anggota komunitasnya  terdiri dari 10 orang. Anggotanya tersebut, juga mengajari beberapa siswa yang memiliki minat terhadap kerajinan yang sedang digalakkan oleh Akar Cemara.

“Masih tahap promosi. Tetapi, tujuan kita adalah meningkatkan nilai jual hasil kreasi para anggota,” katanya, Minggu (9/8/2020).

Prinsip yang ditanamkan kei anggotanya, jelas Arifin, adalah ayo berkarya.

“Sebab, karya itu mahal harganya, di samping dihargai orang lain juga meraup untung yang banyak,” ujar dia.

Komunitas yang lahir di Desa Moncek Timur Lenteng Sumenep itu, juga mengembangkan daur ulang sampah. Para anggotanya diajarkan memilah sampah menggunakan barang yang tidak berguna. Selain memilah, juga diajarkan bagaimana cara mendaur ulang yang baik. Dibutuhkan ketelitian, kecepatan, dan nilai kreativitas yang tinggi untuk melakukannya.

Perolehan bahan dilakukan dengan cara sumbangan sebesar Rp200 ribuan. Dana itu dapat dibelikan cat, politur dan bahan lain seperti pisau, gunting dan lainnya.

“Saat ini sudah bergerak ke desa-desa. Bahkan, di kota Sumenep juga mulai diperkenalkan,” ujarnya.

Berdirinya komunitas tersebut dilatarbelakangi oleh keresahan bersama. Bahwa, banyak bahan yang tidak berguna yang terbuang sia-sia. Sehingga, gerakan sosial untuk menumbuhkan belajar kreatif itu tumbuh.

Komunitas Akar Cemara merupakan wahana komunikasi untuk berbagi pengalaman, gagasan, praktik dan produk kreatif untuk mewujudkan anak Sumenep yang kreatif dan berkarakter

“Penghasilannya saat ini tidak begitu signifikan. Sebab, hanya memprioritaskan pada para pemuda yang ingin berkarya,” papar dia.

Dinamakan Komunitas Akar Cemara, karena tempat awal mula menemukan ide adalah di bawah tumbuhan cemara. Semua anggota dikumpulkan untuk melakukan rapat dan ide cemerlang muncul dari sana.

“Tempat kami saat ini ada di perbatasan antara Desa Errabu Kecamatan Bluto dan Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, Sumenep yang dekat dengan tumbuhan cemara,” pungkasnya. (imd/bri/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed