Kreatif, Komunitas di Madura Kampanyekan Vaksinasi Lewat Layangan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) KREATIF: Sejumlah layangan dibuat khusus mengampanyekan vaksin di Sampang.

KABARMADURA.ID – Saat kondisi ekonomi semakin melemah, tidak lantas menyurutkan sejumlah pemuda pecinta layang-layang di Sampang untuk berkreasi. Mereka membuat ratusan layangan bertuliskan dukungan terhadap vaksinasi aman dan halal.

FATHOR RAHMAN, SAMPANG

Saat pandemi Covid-19, terlebih pemberlakuan PPKM, sejumlah ruas jalan dan tempat keramaian lebih sepi dari biasanya. Tapi, tidak demikian di Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan/Kabupaten Sampang yang ramai dengan layang layang. Berbagai macam warna menghiasi layangan di sekitar perumahan warga.

Saat kita melihat ke atas, penuh warna warni puluhan bahkan ratusan layang-layang. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh komunitas layangan guna membuat layangan dengan tulisan dukungan terhadap proses vaksinasi.

Komunitas layangan membuat tulisan “vaksin halal”, “vaksin aman”, “ayo bervaksin”, dan tulisan ajakan positif lainnya. Tulisan pada layangan itu untuk mengajak masyarakat melakukan vaksin. Sebab, capaian vaksinasi untuk masyarakat umum masih rendah.

Komunitas layangan di Kelurahan Banyuanyar menjualnya dengan harga beragam. Mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000 per layang-layang. Selain bisa mendapatkan keuntungan, juga bisa membantu pemerintah mengampanyekan vaksin melalui laying-layang.

“Kondisi ekonomi semakin lemah saat seperti ini. Mumpung PPKM, kebetulan musim layang-layang. Kami coba membuat mobil tulisan ajakan bervaksin. Sehingga, membantu pemerintah menyosialisasikan vaksin,” kata Amir, salah satu anggota komunitas layangan.

Para pemuda membuat layangan satu per satu. Tangan terampil mereka memulai dengan memotong bambu. Kemudian dibuat kerangka layangan. Selanjutnya, mereka memadukan warna kertas yang dipasang ke kerangka layang-layang.

Setelah berhasil dibuat layang-layang, mereka membuat tulisan. Setiap layang-layang berbeda motif dan warna. Termasuk jenis huruf yang berbeda. Sehingga, laying-layang banyak diminati oleh anak-anak dan kalangan dewasa.

“Alhamdulilah banyak peminatnya. Kami sudah buat; jumlahnya ratusan. Tapi sudah banyak yang terjual. Lumayan untuk menambah penghasilan di masa wabah Covid-19,” ucapnya.

Amir yang kesehariannya menjaga warung kopi itu mengaku menguntungkan membuat layangan. Sebab, warung kopi miliknya sepi. Sehingga, lokasi itu dijadikan tempat pembuatan layangan bersama anggota komunitas layangan lainnya.

Bahkan, warkop pun disulap menjadi toko layang-layang. Di samping itu, yang lebih penting menurutnya karena bisa mengampanyekan vaksin aman dan vaksin halal.

“Yang paling berkesan buat kami, karena kami membantu berkampanye vaksinasi melalui layangan,” ucapnya.

Ketua RT setempat Heru Susanto mengaku mendukung kegiatan itu. Sebab, menambah penghasilan kepada para anggota komunitas layangan.

“Kami sangat mendukung mereka mengampanyekan vaksinasi. Sebab, kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi masih rendah,” ucapnya.

Dia menyarankan kepada komunitas layangan agar tidak hanya kampanye vaksin. Tapi juga kampanye protokol kesehatan (prokes). Sehingga, memberikan edukasi kepada masyarakat melalui layang-layang. (nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *