oleh

Kredit HP Online, Jutaan Uang Lenyap

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Apes dialami Iroki, warga Sersan Mesrul asal Desa Karang Gayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang. Uangnya sebesar Rp1,2 juta raib, setelah tertipu oleh orang tidak dikenal yang mengaku pemilik outlet handphone (HP) di Bangkalan Plaza.

Kejadian itu, bermula saat dirinya menemukan penawaran kredit HP merek Oppo Reno 5 ram 8. Tertarik dengan tawaran tersebut, Iroki menghubungi nomor yang tertera di facebook. Kejadian tersebut, terjadi pada tanggal 13 Maret 2021.

Kemudian dihubungkan dengan pihak leasing yang mengaku dari PT. Bussan Auto Finance (BAF). Dia diminta untuk menjawab pertanyaan seputar identitasnya. Setelah dinyatakan lulus, diminta mentransfer uang ke rekening BNI atas nama Yudi sebesar Rp150 ribu untuk biaya admin.

Setelah dia diminta untuk membayar angsuran pertama, kembali mentransfer ke rekening yang sama sebesar Rp364 ribu. Namun, tidak lama kemudian dia dihubungi oleh nomor baru yang mengaku sebagai admin took. Dia diminta untuk menransfer uang lagi sebesar Rp150 ribu ke rekening CIM Niaga atas nama M. Heri.

“Saya ikuti perintahnya dan disuruh menunggu 10 menit. Setelah 10 menit, ternyata semua nomor hp nya tidak aktif. Baru aktif jam 22.00,” ungkapnya, Minggu (21/3/2021).

Kendati telah berkali-kali mengirimkan uang, namun dirinya tidak kunjung menerima barang yang dia pesan. Dia menerima informasi dari nomor yang mengaku admin bahwa rekeningnya sedang trouble dan tidak bisa mengecek uang masuk. “Lalu saya disuruh konfirmasi ulang untuk pengeluaran barangnya,” tambahnya.

Karena barang yang dia pesan tidak kunjung datang, dia menghubungi kembali admin. Tapi dia diminta untuk mengkonfirmasi ulang pembayaran dan melakukan transfer lagi ke rekening CIM Niaga atas nama Andrian sebesar Rp350 ribu.

Sebagai rasa tanggung jawab atas keterlambatan pengiriman barang orang yang mengaku admin menyisakan tanggungan angsuran sebesar Rp350 ribu selama 10 bulan dari awalnya sebesar Rp364 ribu selama 12 bulan.

“Lalu saya transfer kembali uangnya sebesar Rp350 ribu ke rekening atas nama Andrian tersebut,” ucapnya.

Namun setelah itu, semua nomor yang dia hubungi sebelumnya tidak ada yang aktif. Setelah kembali aktif, kemudian dia dikirimi data barang pesanan beserta data dirinya dari orang yang mengatasnamakan dari pihak BAF. Namun barangnya berbeda dengan pesanannya. Semula dia pesan Oppo Reno 5 ram 8 menjadi ram 6.

Kemudian dia mengajukan perubahan pesanannya ke admin sekaligus perubahan alamat yang semula Omben Sampang ke Pamekasan. Lalu dia diarahkan untuk menghubungi kurir wilayah Pamekasan. Namun untuk merubah data pesanan dan alamat dikenakan biaya Rp200 ribu dan ditransfer ke rekening Andrian.

Namun setelah dia menunggu selama tiga hari, barangnya tidak kunjung tiba. Bahkan, setelah dihubungi kembali ke pihak admin, pelayanannya jauh berbeda dan mengakui bahwa semua itu hanya penipuan.

Bahkan saat istrinya mencoba membantu mengkonfirmasi menggunakan nomor lain, istrinya justru mendapat perlakukan tidak baik dengan omongan yang mengarah pada pelecehan seksual. Total kerugian yang dialami Rp1.280.000.

“Pelaku bahkan mengancam saya dan berbicara tidak sopan kepada istri saya. Saat saya ancam akan dilaporkan ke polisi, dia justru mengancam balik dan mengaku aparat kepolisian,” tutupnya. (ali/ito)

Komentar

News Feed