Krisis Guru ASN Belum Teratasi

  • Bagikan
MENGAJAR: Kegiatan belajar mengajar di ruang kelas salah satu sekolah di Bangkalan.

Disdik Maksimalkan Peran Guru Sukwan

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Jumlah guru di Kabupaten Bangkalan belum ideal. Sampai saat ini, wilayah tersebut masih mengalami krisis guru dengan Aparatur  Sipil Negara (ASN). Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, dari jumlah 6.924 guru yang ada di wilayah tersebut, guru yang berstatus ASN hanya sebanyak 3.624 guru, sementara 3.300 sisanya masih berstatus non ASN.

Tak pelak, kondisi tersebut akan berdampak pada kualitas pendidikan di wilayah setempat. Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika. Bahkan menurutnya, krisis tidak hanya dialami oleh formasi guru dengan status ASN, akan tetapi, Kabupaten Bangkalan juga mengalami krisis kepala sekolah.

“Kita juga masih kekurangan kepala sekolah, sementara untuk menjadi kepala sekolah harus ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi, seperti minimal menjadi guru ASN golongan IIIc,” jelasnya, Rabu (2/10).

Menurut Bambang (sapaan akrabnya), saat ini ada sebanyak 45 Sekolah Dasar (SD) Negeri yang belum memiliki kepala sekolah. Akhirnya, untuk memenuhi kebutuhan kekurangan kepala sekolah, pihaknya harus mengangkat Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah, hingga ada Sumber Daya Manusia (SDM) yang memenuhi syarat untuk menjadi kepala sekolah.

Sementara untuk untuk mengatasi kekurangan guru SD berstatus ASN, Bambang menyampaikan, pihaknya mengandalkan guru Sukarelawan (Sukwan) atau honorer. Hal itu terpaksa dilakukan, karena formasi dan anggaran pemerintah untuk menggaji guru ASN masih terbatas.

“Kalau guru honorer ini kan digaji dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” paparnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Pendidik (Tendik) Disdik Bangkalan Bakrun. Menurutnya, untuk menutupi kekurangan guru ASN tersebut, pihaknya mengandalkan guru honorer. Sebab, jika tidak demikian, akan ada kekurangan guru dan rasio tidak ideal.

Baca juga  Pagu PPDB SMP Negeri di Pamekasan Minus 2.628

Diungkapkan Bakrun, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, dari jumlah 123.076 murid yang ada di Bangkalan dengan jumlah guru 6.924 di wilayah setempat, rasio guru dengan murid masih 18. Artinya, setiap seorang guru harus memegang sebanyak 18 orang siswa.

“Sebenarnya kita masih kekurangan guru ASN 50 persen. Tapi untuk menutupi itu, kita menggunakan guru honorer atau sukwan yang digaji dari dana BOS,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan mengatakan, sektor pendidikan sampai saat ini masih menjadi atensi bagi legislatif. Sebab, masih banyak hal yang harus diperbaiki di dunia pendidikan Bangkalan, khususnya pendidikan di daerah pelosok yang masih mengalami ketimpangan dengan pendidikan di wilayah perkotaan.

“Dunia pendidikan di Bangkalan ini memang masih banyak hal yang masih menjadi polemik, jadi perlu diperhatikan secara khusus,” tandasnya. (ina/pin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan