Krisis Jumlah Siswa, Disdik Sampang Rencanakan Regrouping Beberapa SD Negeri  di Akhir Tahun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) BAKAL DIGABUNG: Disdik Sampang akan melakukan regrouping sejumlah SD Negeri yang jumlah siswanya sangat sedikit.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang mencatat, hingga kini terdapat sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) yang mengalami krisis peserta didik. Oleh sebab itu, sekolah dengan jumlah siswa yang sangat sedikit bakal digabung atau regrouping dengan sekolah terdekat di wilayahnya tersebut..

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang Nur Alam mengungkapkan, pihaknya mengaku saat ini sedang melakukan proses pendataan sekolah dengan jumlah siswa sedikit mulai dari kelas I sampai VI. Selain itu, dirinya juga berjanji akan segera mengadakan rapat yang melibatkan berbagai pihak terkait, meliputi Dewan Pendidikan (DP) dan sejumlah jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di Sampang.

Bacaan Lainnya

“Untuk rencana regrouping ini, kami perlu menyesuaikan dengan regulasi yang ada, melakukan perbaikan perbup, semisal ketentuan jumlah siswa minimal untuk bisa digabung dan lainnya,” ucap Nur Alam saat dikonfirmasi Kabar Madura, Selasa (3/8/2021).

Lanjut dia, jumlah SDN di Sampang mencapai 618 lembaga, sebagian lembaga mengalami krisis siswa sejak beberapa tahun terakhir. Untuk efektifitas proses kegiatan belajar dan operasional lembaga sekolah tersebut, pihak disdik setempat akan mengambil langkah penggabungan dengan lembaga terdekat lainnya.

“Yang jelas lebih dari 10 lembaga yang akan di-regrouping, tapi jumlah pastinya nunggu perbup rampung dan akan kita rapatkan dengan semua pihak terkait,” ulasnya.

Masih kata Nur Alam, rencana regrouping saat ini hanya difokuskan untuk menyasar sekolah negeri, sementara untuk sekolah swasta masih diberikan kelonggaran. Namun, jika siswanya tetap sedikit selama beberapa tahun ke depan, maka terpaksa juga dilakukan regrouping.

Ia menambahkan, eksistensi keberadaan SDN di daerah yang berjuluk Kota Bahari itu, perlahan mulai tergantikan dengan keberadaan lembaga madrasah, khususnya di wilayah pedesaan. Akibatnya, banyak warga memilih madrasah untuk menyekolahkan anak-anaknya..

“Kemungkinan, pada akhir tahun ini, rencana regrouping sejumlah sekolah sudah bisa terlaksana. Untuk saat ini, kami masih fokus pada pemantauan proses KBM siswa secara daring ditengah PPKM ini,” tukasnya. (sub/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *