oleh

Krisis Penanganan Sampah Masih Terjadi di Pesisir Selatan Pamekasan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Penampakan sampah di pesisir selatan Kabupaten Pamekasan, tepatnya di sepanjang pesisir Kecamatan Tlanakan, sangat memperihatinkan. Bahkan sampah-sampah itu tidak pernah ada penanganan serius.

Kondisi semakin memperihatinkan lantaran sampah-sampah itu juga menyisakan bau yang tak sedap. Tak pelak, sebagian titik di Kecamatan Tlanakan, khususnya di Desa Bandaran, terlihat menjadi daerah kumuh.

Fajar Firmansyah, salah seorang pemuda Desa Bandaran mengatakan, sampah itu sudah lama berserakan di bibir pantai Desa Bandaran, bahkan sebelumnya pernah lebih parah dari pada kondisi saat ini.

Padahal menurut dia, Desa Bandaran merupakan representasi mini desa di Pamekasan. Sebab, ketika ada warga luar masuk ke Pamekasan, pertama kali yang dilewati adalah Desa Bandaran.

Harusnya kata dia, pemerintah lebih memberikan perhatian terhadap penanganan sampah di jalur provinsi tersebut. Tujuannya tidak lain, agat Pamekasan yang mulai menjadi jujukan warga luar tidak terkesan kumuh.

“Sejauh ini sampah-sampah di bibir pantai itu hanya dibakar oleh masyarakat setalah air mulai surut. Hal itu tentu akan mengotori air laut,” ungkapnya, Sabtu (19/9/2020).

Fajar (sapaan akrabnya) menyampaikan, pembakaran sampah justru hanya akan semakin memperparah pencemaran lingkungan. Selain tercemar oleh sampah, laut pesisir pantai selatan juga tercemar dari limbah pembakaran sampah itu.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah untuk menangani persoalan sampah ini,” harapnya.

Sementara itu, Zainal Abidin Hanafi salah seorang warga Desa Bandaran mengungkapkan, sampah-sampah itu tidak semuanya berasal dari Desa Bandaran. Sebagian besar sampah di pesisir itu juga kiriman dari luar, yang ikut arus air laut sehingga berada di bibir pantai selatan.

“Tidak semua sampah dari rumah warga sini. Ada sampah kiriman daerah lain,” ujarnya.

Bagi Zainal Abidin Hanafi, harusnya sampah di pesisir pantai Desa Bandaran mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, karena memang telah merusak terhadap ekosistem, yang menyebabkan bau busuk yang sangat menyengat.

“Jauh sebelumnya, sampah-sampah ini tidak pernah diperhatikan oleh siapapun, bahkan pemerintah tidak pernah melakukan tindakan terhadap sampah yang ada di sini,” sesalnya saat ditemui di lokasi bibir pantai Bandaran.

Berbeda dengan Asrul Gunawan, menurutnya penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi masyarakat juha harus memiliki kesadaran untuk menangani sampah, karena sampah adalah tanggung jawab bersama.

“Kalau masyarakat tetap membuang sampah sembarangan, ya akibatnya adalah pada kita semua,” pungkasnya. (mukhtar/pin)

Komentar

News Feed