Krisis Siswa dan Tendik, Disdik Bangkalan Rencana Regrouping 44 SD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) GENERASI BANGSA: Siswa saat berfoto bersama di Skolah Dasar Negeri (SDN) Pendabah 3, Desa Pendabah Kecamatan Kamal, Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Dinas Pendidikan Bangkalan akan melakukan regrouping atau penggabungan sekolah. Sedikitnya, terhadap 44 sekolah dasar (SD). Jumlah tersebut, diketahui bertambah banyak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan kekurangan siswa dan guru semakin bertambah.

Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Kabupaten Bangkalan Dewi Ega menyampaikan, lembaga pendidikan tidak bisa melanjutkan kegiatan belajar mengajar, manakala jumlah siswa tercatat minimal 60 orang. “Ini salah satu yang menjadi pertimbangan, karena jumlah siswa juga mempengaruhi efektivitas belajar,” ujarnya, Selasa (15/6/2021).

Bacaan Lainnya

Selain itu, tenaga pendidik (tendik) yang mengajar juga belum mencukupi. Sehingga, jika tetap dilanjutkan, akan berdampak pada dana bantuan operasional sekolah (BOS). , “Anggaran dari pemerintah pusat ini, juga tidak mumpuni untuk membiayai aktivitas sekolah ketika kondisi sekolahnya sudah krisis siswa dan tendik,” ulasnya.

Ega juga menjelaskan, penentuan sekolah yang digabung juga melihat kedekatan dengan yang sekolah lainnya. Siswanya, di pindah ke sekolah terdekat. Sedangkan tendik dialokasikan ke lembaga yang kekurangan sumber daya. “Sekolah boleh tidak regrouping manakala jauh dari sekolah yang lain. Kalau ditutup lalu sekolah ke mana,” tambahnya.

Setiap lembaga, harus melakukan pengajuan proposal. Selanjutnya, pihak Disdik akan melakukan analisa. Langkah tersebut diharapkan, mampu meningkatkan kualitas pendidikan, serta memenuhi jumlah guru yang masih kurang di setiap sekolah. “Tahun lalu ada yang proses regrouping belum selesai, maka digabungkan. Saat ini, masih melengkapi berkas-berkasnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DRPD Bangkalan Nur Hasan berharap, agar krisis siswa juga bisa diatasi dengan langkah lainnya. Jika di suatu daerah kekurangan siswa, tapi yang belum sekolah juga banyak, maka harus cari solusi lain. “Kalau di daerah tersebut masih banyak yang belum sekolah, maka perlu solusi lain selain penggabungan,” pintanya.

Pihaknya menginginkan, pendidikan bisa merata. Sehingga, semua siswa seharusnya tidak merasa kesulitan untuk mengenyam pendidikan. “Kalau di regrouping semuanya, nanti malah semakin jauh,” tukasnya.  (hel/ito)

Alasan Dasar Disdik Rencanakan Regrouping 44 SD

  • Minim siswa
  • Minim tenaga pendidik (tendik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *