Kronologi Gadis Belia Dibunuh Pacarnya saat Kondisi Hamil

  • Bagikan
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) KEBANGETAN: IS (17) dibantu PW (16) diduga membunuh gadis belia berusia 16 tahun lantaran menolak bertanggung jawab setelah menghamili korban.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Penemuan mayat perempuan di Desa Paopale, Kecamatan Ketapang, Sampangpada 27 Januari 2021 lalu, akhirnya menemui titik terang. Korban diketahui berinsial ZK (16) dan masih berstatus pelajar. Diduga kuat merupakan korban pembunuhan.

Usut demi usut, pembunuhan tersebut dilakukan oleh pacarnya sendiri berinisial IS (17) yang dibantu PW (16).

Sebelumnya, IS dan ZK menjalani hubungan pacaran selama 6 bulan. Bahkan, korban yang masuk kategori dibawah umur tersebut sempat melakukan hubungan badan, tepatnya pada Oktober 2020 di rumah IS.

Kepastian ZK menjadi korban pembunuhan itu diungkap Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz, Senin (1/2/2021). Hasil penyelidikan sementara, pembunuhan diperkirakan dilakukan pada 19 Januari 2021 di perbukitan yang ada di Desa Paopale.

Diduga kuat, IS (17) dibantu PW (16) saat mengeksekusi korban. Kedua bocah yang kini berstatus tersangka tersebut saat ini sudah diamankan oleh Satreskrim Polres Sampang.

Dari keterangan terduga pelaku kepada polisi, pembunuhan itu dilakukan setelah korban menyampaikan kehamilannyasetelah berhubungan badan dengan IS.

Terkejut dengan kabar itu, IS spontan mengatakan menolak bertanggungjawab. Bahkan membenturkan kepala ZK berkali-kali, kemudian mencekiknya ZK dengan dibantu PW. Pelaku kemudian meninggalkan ZK dengan kondisi tepanjang sebagai upaya untuk menghilangkan jejak.

Keterangan itu diperkuat hasil autopsi yang menyatakan kepala korban mengalami lebam akibat benturan.

“Agar ZK tidak bergerak PW membantu IS sehingga berakhir meninggal,” ucap Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz.

Terungkapnya aksi pembunuhan tersebut, setelah ada warga yang menenemukan mayat di perbukitan Desa Paopale.Mayat tersebut ditemukan dalam keadaan membusuk, bahkan sebagian tubuhnya sudah menjadi kerangka.

Wargatersebut awalnya hanya ingin mengejar ayamnya ke semak-semak. Namun, karena ada aroma tidak enak, dia mencari sumbernya. Akhirnya diketahui ada mayat perempuan.Dia kemudian melapor ke warga setempat, aparat desa serta ke Polsek Kecamatan Ketapang.

Baca juga  DPMD Sampang Launching Penyaluran BLT-DD Tahap Pertama

Korban kemudian diautopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Sampang. Setelah menerima hasil autopsi, polisi menyimpulkan bahwa mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Satreskrim Polres Sampang beserta Polsek Ketapang kemudian menyelidiki, Dari temuan sejumlah bukti, dugaan pelaku mengarah kepada IS dan PW.Keduanya kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Kedua tersangka terancam hukuman penjara selama 10 tahun, berdasarkan pasal 340 KUHP jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP subsider pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(mal/waw)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan