KUA di Kabupaten Sumenep Keteteran Urusi Pelaksanaan Pernikahan, Lantaran Minimnya Jumlah Penghulu

  • Bagikan
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERBENAH: Ketersediaan jumlah penghulu di beberapa Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Sumenep, tidak sebanding dengan jumlah pernikahan tahun ini.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Ketersediaan penghulu, tidak sebanding dengan jumlah pernikahan yang dilaksanakan tahun ini. Terutama di bulan Desember, terdapat 90 lebih melangsungkan pernikahan. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kementerian Agama (Kemenag), Kabupaten Sumenep, Moh. Afif, Senin (14/12/2020).

Menurutnya, jumlah pernikahan yang membludak mengakibatkan kurangnya jumlah penghulu. Kondisi itu dirasakan, lantaran setiap harinya terjadi benturan pernikahan di hari yang sama. Terkadang, terdapat lima orang yang menikah. Akibatnya, kewalahan menghadapi membludaknya jumlah pernikahan di bulan ini.

Untuk itu, pihaknya berharap adanya penambahan penghulu. Salah satu tujuannya, demi mengoptimalkan akad nikah di tahun 2021 mendatang. Sebab, di instansinya yang bertugas sebagai penghulu hanya terdapat dua orang. “Itupun, termasuk saya juga menjadi penghulu, artinya keberadaan penghulu memang perlu ada penambahan,” tuturnya.

Senada diungkapkan, Kepala KUA Lenteng, Habari. Menurutnya,  pemerintah harus menugaskan penghulu sebanyak mungkin . Sebab, banyaknya pernikahan mengakibatkan acara keluarga tersebut keteteran akibat minimnya penghulu. Untuk di daerah tugasnya,  terkadang ada enam pernikahan dalam sehari.

“Bahkan, jamnya juga bersamaan. Kami kesulitan kalau ada kesamaan waktu. Maka, perlu kiranya dilakukan penambahan. Kami disini hanya berdua yang bertugas di KUA Lenteng,”  keluhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam, Kemenag Kabupaten Sumenep, Moh. Anif mengakui, minimnya jumlah penghulu tersebut. Menurutnya, dari 27 KUA, tambahan jumlah penghulu hanya di 8 kecamatan.  Idealnya, ada tambahan satu dan maksimal tiga, hingga lima penghulu di masing-masing kantor KUA.

Dijelaskan, kekosongan terjadi lantaran tidak ada penghulu yang berstatus aparatur sipil negara (ASN). Sedangkan, sesuai Peraturan Menteri (Permen) Agama Nomor 19 tahun 2019 tentang Pencatatan Perkawinan mengatur terkait Penghulu yang diberikan tugas tambahan selaku Kepala KUA.

Baca juga  Tahun Ajaran Baru di Sumenep Terapkan PTM

“Saat ini, sudah mulai mengajukan penambahan penghulu yang ASN, sebanyak 19 orang. Sehingga, ketika ada pernikahan dalam waktu bersamaan, maka akan mempermudah menjalankan proses akad nikah,” responnya. (imd/ito)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan